Selasa, 09 Agustus 2011

MEREKA BERUSAHA MENGHANCURKAN ISLAM


Telah  masyhur  upaya-upaya  Gerakan  Freemasonry  untuk  menghancurkan  Islam. Sejak risalah Islam  diemban  oleh junjungan umat manusia, Rasulullah  Shalallahu 'Alaihi wa Sallam, umat  Islam telah hapal dengan segala tipudaya  dan  kelicikan Yahudi.  Mulai dari  aksi  boikot  mereka  terhadap  beliau,  menggunting  dalam  lipatan,  usaha-usaha membunuh secara langsung maupun dengan santet (sihir), dan seribu satu macam lagi yang  sangat  banyak  kalau  disebutkan  satu  per  satu.  Merekalah  yang  menyulut  api peperangan  pada  peristiwa  Perang  Dunia  I  dan  II,  yang  itu  dilakukan  dengan  tujuan untuk  menghancurkan  benteng  terakhir  Islam,  yaitu  Kekhilafahan  Islam  yang  masih tersisa di Turki.  Anehnya, bagaimana mungkin umat Islam dibolehkan untuk berdamai, duduk  bersanding  di  meja  perundingan  dengan  musuh?  Apa  yang  telah  dilakukan  mereka terhadap Islam dan umatnya?

Gerakan Freemasonry Internasional mempunyai 10 gagasan dalam  upaya mereka menghancurkan  Islam.  Seorang  Muslim  yang  bernama  Khalil  Ibnu  Khalid  telah menejemahkan  kesepuluh  gagasan  itu  ke  dalam  bahasa  Arab  yang  diambilnya  dari buku “Siyasah Freemasonry” yang tercantum pada muka 123, yaitu sebagai berikut:

1.  Menghancurkan semua partai, organisasi massa yang dianggap lawan dengan cara  menggunakan  kekuasaan  yang  ada  di  tangan  mereka,  modus  pecah belah  lalu  merebut  kursi  kepemimpinannya,  dan  atau  membentuk  partai
untuk  tempat  berteduhnya  Gerakan  Freemasonry  yang  digunakan  untuk melaksanakan ide-ide Gerakan Freemasonry.

2.  Berusaha  mensekulerkan  pemuda-pemuda  Islam  yang  membuahkan  hasil:
mengaku  sebagai  orang  Islam,  tetapi  antipati,  membenci  dan  menentang Islam sebagai asas dan ideologi. 1)

3.  Dalam  upaya  menghancurkan  Islam,  mereka  mengadakan  agama  buatan sebagai  tandingan  bagi  Islam,  serta  berusaha  memplotiskan  para  ulama. Telah  diketahui  bahwa  merekalah  yang  telah  membuat  agama  Bahaiyyah
yang  didirikan  oleh  anggota  Gerakan  Freemasonry  yang  bernama  Abdul Baha’i,  dan  agama  Ahmadiyyah  yang  didirikan  oleh  anggota  Gerakan Freemasonry  yang  bernama  Mirza  Ghulam  Ahmad.  Dari  agama  Ahmadiyyah
ini  lahir  pula  aliran  yang  radikal  bernama  Qadiyyani,  sedangkan  yang  halus disebut  aliran  Lahore.   Biaya  untuk  aksi  mereka  ini  diperoleh  dari  Gerakan Freemasonry Internasional melalui penguasa Inggris.

Selain  itu,  Gerakan  Freemasonry  juga  mensponsori  terbentuknya  berbagai tarikat  yang  memakai  nama  Islam,  yang  berfatwa  dan  bergerak  sejalan dengan  ajaran-ajaran  Freemasonry.  Tahun  1946,  misalnya  mereka
mensponsori terbentuknya aliran Qur’aniyah di  Palestina  yang  dipimpin  oleh Shaikh  Yakub.  Aliran  yang  mengaku-ngaku  Islam  ini  mendasarkan  segala sesuatunya  harus  berdasarkan  al-Qur'an  tanpa  ada  tafsiran  apapun.  Semua hadits yang berasal dan bersumber dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam harus  ditolak,  sehingga  shaum  dan  shalat  mereka  hanya  berdasarkan  al-Qur'an.  Tidak  ada  rakaat,  tidak  bacaan  dan  waktu  tertentu,  tidak  ada  adzan, tidak ada iqamat, dan tidak ada yang lain-lainnya.

Untuk  menjauhkan  pemahaman  Islam  generasi  muda  dari  ajaran  al-Qur’an dan  agar  ada  anggapan  bahwa  al-Qur’an adalah merupakan  susastra  Arab purba,  maka  diadakanlah  perlombaan  membaca  al-Qur’an (MTQ). Dengan
cara  seperti  itu,  para  pemuda  hanya  membaca  al-Qur’an atau menghapal surat-surat  tertentu  sekadar  untuk  mendapatkan  piala,  penghargaan,  uang, atau  tiket  naik  haji  dari  panitia  penyelenggara  MTQ.   Dalam  hal  ini  kita
teringat dengan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“... Tidak tertinggal al-Qur'an itu kecuali namanya belaka”.

4.  Mengumpulkan  dana  dari  umat  beragama,  kemudian  dipakai  untuk menghancurkan  agama  itu  sendiri.  Di  Turki,  misalnya,  zakat  fitrah  dipungut melalui fatwa Ulama Su'u, lalu diserahkan  kepada negara  yang telah dikuasai
oleh  Gerakan  Freemasonry,  kemudian  dengan  dana  tersebut  dipakai  untuk menindas umat Islam di sana.

5.  Usaha-usaha  menghancurkan  yang  lama  (dalam  hal  ini  adalah  Islam  yang mereka  anggap  kuno)  untuk  kemudian  menggantikan  dengan  hal-hal  yang baru (dibangun pemahaman Islam yang baru 4)

6.  Membuat  berbagai  yayasan,  lembaga  sosial,  kursus  bahasa,  lembaga  ilmiah, dan  lain-lain.  Selain  itu,  mereka  berusaha  menerbitkan  berbagai  jenis  buku yang isinya berusaha menyesatkan umat Islam.

Menghancurkan  moral  lama  (akhlak  Islam  yang  merupakan  manifestasi syariat  Islam),  kemudian  membuat  moral  baru  yang  mereka  sebut  sebagai “etika internasional.”  Di dalam “etika internasional” memang sengaja isinya
dipertentangkan  dengan  ajaran-ajaran  Islam.  Misalnya,  adanya  sikap  toleransi  yang  disimpangkan  maknanya  dengan  agama  lain,  atau  tidak  membeda-bedakan  antara  agama  yang  satu  dengan  lainnya.   Berbagai
upacara  lama  berusaha  digali  kembali,  yang  kemudian  dipakai  untuk menyaingi  agama,  dan  atau  menciptakan  dalam  segala  perkara  bentuk kemusyrikan baru yang terus diperkuat.

Menyebarkan pornografi dalam segala bentuk, misalnya melalui film dan film biru, serta buku-buku dan gambar-gambar porno.30)

Dalam upaya melumpuhkan generasi muda di luar  bangsa  Yahudi (dalam hal ini  terutama  generasi  Islam), disebarluaskanlah  kebiasaan  mabuk-mabukan melalui segala jenis minuman keras, serta segala bentuk narkotika.

Kasus Di Turki

Sekurang-kurangnya tercatat usaha dan gagasan penghancuran itu kedalam lima tahapan  (periode),  semisal  yang  mereka  lakukan  pada  Kekhilafahan  Islam  Utsmani  di Turki yaitu:

1.  Membentuk Gerakan Freemasonry yang geraknya diam-diam di bawah tanah. Kemudian  beberapa  orang  anggotanya  berusaha  mendekati  orang-orang kepercayaan  Khalifah  dan  Khalifahnya  sendiri.  Untuk  selanjutnya,  mereka mulai menyuntikkan “jarum  berbisa” ke dalam pemerintahan Khilafah  Islam
itu. Kepandaian dan kelicikan mereka membuahkan hasil dengan diangkatnya beberapa di antara mereka menjadi penasehat Khalifah.

2.  Menjalin  hubungan  yang  erat  antara  Gerakan  Freemasonry  yang   berfaham kebangsaan  dengan  Gerakan  Freemasonry  Internasional,  yang  tujuannya adalah  untuk  memudahkan  dalam  menerapkan  faham-faham  Freemasonry. Gerakan  Freemasonry  yang  ada  di  sini  diberi nama dengan nama “Partai Rakyat Kebangsaan”.

3.  Membentuk  gerakan-gerakan  penunjang  bagi  Freemasonry  dengan  tujuan untuk  mendapatkan  suara  mayoritas.  Dengan  bantuan   berbagai  gerakan penunjang itu, khalifahpun terguling (memang digulingkan) oleh mereka dari kedudukannya.

4.  Usaha-usaha  di  atas  menyebabkan  salah  seorang  anggota  Gerakan  Freemasonry  yang  bernama  Mustafa  Kemal  Pasya  diangkat  menjadi  pemimpin negara setelah melalui berbagai tipudaya dan kelicikan.

5.  Setelah tampuk kekuasaan dipegang, Gerakan Freemasonry secara  sistematis mensekulerkan  umat  Islam.  Kasus  yang  terjadi  pada  masyarakat  Turki  adalah sebagai berikut:
a.  Adzan  wajib  disuarakan  dengan  bahasa  nasional  Turki,  sekalipun  adzan untuk shalat Jum’at.

b.  Hari libur yang biasanya diadakan pada hari Jum’at diganti dengan  hari Ahad.

c.  Hak  waris  bagi  perempuan  disamakan  besarnya  dengan  hak  waris  bagi lelaki.

d.  Dilarang keras memakai Jilbab.

e.  Pengadilan syariat Islam dihapuskan.

f.  Huruf  Arab  diganti  dengan  huruf  latin,  dan  sekolah -sekolah  agama ditutup dan atau disekulerkan.

g.  Zakat  dipungut  oleh  negara  untuk  kemudian  dipakai  bagi  berbagai  kegiatan Gerakan Freemasonry.

Kasus di Mesir

Memang,  dimana-mana  Gerakan  Freemasonry  berusaha  melakukan  makar  dan penghancuran.  Usaha-usaha  yang  mereka  lakukan  di  Mesir  hampir-hampir membuahkan  hasil  sekiranya  umat  Islam  di  sana  tidak  memiliki  kewaspadaan  yang tinggi.  Tahapan-tahapan yang mereka lakukan di Mesir adalah:

1.  Usaha-usaha untuk menguasai jalur pemerintahan.

2.  Berusaha  dengan  berbagai  usaha  untuk  menerapkan  program-program Gerakan Freemasonry.

3.  Menghancurkan  gerakan  dan  partai  politik  Islam  yang  mereka  anggap sebagai  lawan  dan  menjadi  duri  dalam  daging.  Misalnya,  menghancurkan Ikhwanul Muslimin dan menggantung para pemimpinnya.

4.  Berusaha  menanamkan  faham-faham  kebangsaan  secara  mendasar  dan menyebarkan sekularisasi pada semua segi kehidupan. 

5.  Membentuk partai tunggal yang berasaskan kebangsaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar