Kamis, 01 September 2011

"Karateristik Bani Israel Menurut Taurat (Bagian 2)"

 

4. Kekerasan dan Kebiadaban
Yahua adalah Tuhan para tentara dan Tuhan peperangan. Tuhannya orang-orang lsrail adalah Tuhan yang keras hati, zalim, dan buas. Sebagaimana yang digambarkan oleh kitab Taurat mereka. Kekerasan hati, kezaliman, dan kebuasan itu telah menanamkan benih kekerasan, sifat menakutkan, kekejaman, dan kebiadaban dalam diri-diri mereka. Tldak mengapa bagi penulis apabila kebusukan ini menimpa hidung para pembaca dan membuat diri mereka mual dan ingin muntah karenanya. Merupakan suatu kewajiban ilmiah bagi penulis untuk menyelesaikan penelitiannya, walaupun mendalami dan mencapai akar-akarnya sulit dan berbahaya.

Kita mulai perjalanan dengan Tuhan Musa pemegang Taurat ini dan kita akan menelusuri bekas yang diakibatkan kekerasan dari kekejaman yang telah Dia rencanakan untuk bangsa pilihan-Nya, yaitu bangsa Israil. Kita akan mendapatkan bahwa Dia memerintahkan untuk membunuh siapa saja yang memakan roti beragi pada waktu-waktu diharamkannya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya. Pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan di antara Israil .... Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu sebab setiap orang yang memakan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jamaah orang Israil"

Selain itu, Yahua juga telah melakukan berbagai kekejaman dan penindasan tenhadap bangsa Mesir. Disebutkan dalam kitab mereka bahwa Musa berkata, "Pada waktu tengah malam Aku berjalan di tengah-tengah Mesir. Maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati, dan anak sulung Fir'aun yang duduk di tahtanya sampai kepada anak sulung budak perempuan yang menghadapi batu kilangan, juga segala anak sulung hewan."

Sebelum mereka rnasuk ke negeri Palestina, mereka terlebih dahulu melakukan pengorbanan demi mendapatkan keridhaan Yahua yang telah marah terhadap bangsa pilihan-Nya yang sangat mencintai emas dan bersujud kepada-Nya serta tidak mau menyembah-Nya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Baiklah, kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian kemari melalui perkemahan itu dan pintu gerbang ke pintu gerbang dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya, temannya, dan tetangganya. Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu, tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu. Kemudian, berkatalah Musa, ‘Baktikanlah dirimu mulai hari ini kepada Tuhan. Masing-masing dengan membayarkan jiwa anaknya laki-laki dan saudaranya yakni supaya kamu diberi berkat pada hari ini."

Setelah hawa nafsu Yahua terpenuhi, sambil menikmati pemandangan bangsa-Nya yang saling membunuh, Ia mengarahkan keingmnan-Nya kepada bangsa pilihan-Nya yaitu sebuah gambaran rencana pembantaian baru dan peperangan yang menakutkan. Untuk menjanjikan kepada bangsa yang dicintai-Nya sebuah tanah tanpa penghuni dari bangsa suatu kaum, tanpa perlawanan dan tanpa adanya kerusuhan dari penghuni aslinya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Apabila Tuhan Allahmu telah membawa engkau ke dalam negeri, kemana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, tujuh bangsa yang lebih banyak dan lebih küat daripadamu. Tuhan Allahmu telah menyerahkan mereka kepadamu sehingga engkau memukul kalah mereka, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali.'

Apabila engkau mendekati satu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya. Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu. Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya. Setelah Tuhan Allahmu menyerahkannya kedalam tanganmu, maka haruslah membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. Hanya perempuan, anak-anak, hewan, dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kamu rampas bagimu sendiri. Jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh Tuhan Allahmu, boleh kau pergunakan. Demikian harus kau lakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dan tempatmu, yang tidak termasuk kota bangsa-bangsa di sini (Palestina). Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milikmu. Janganlah kau biankan hidup apa pun yang bernapas, melainkan kau tumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan Allahmu."

Terkejutlah penduduk Midian yang merupakan bangsa Palestina karena serangan secara tiba-tiba bagaikan binatang liar yang menyerang mangsa, yang dilakukan kaum Yahudi. Mereka terkejut oleh keberanian Yahudi dalam medan tempur ketika membunuh, membantai, menawan, merampas, dan merampok tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tuhan berfirman kepada Musa, ‘Lakukanlah pembalasan orang Israil kepada orang Midian. Kemudian, engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu. Berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa, lalu membunuh semua laki-laki mereka. Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, mereka pun membunuh raja-raja Midian .... Israil menawan perempuan-perempuan dan anak-anak Midian, juga segala hewan, segala ternak, dan segenap kekayaan mereka dijarah. Segala kota kediaman serta segala tempat perkemahan mereka dibakar."

Kemudian, Musa versi Taurat marah terhadap pemimpin-pemimpin pasukannya yang telah membiarkan wanita dan anak-anak hidup. Dia lalu mengusir mereka ke tanah gersang, dia memerintahkan para tentaranya untuk menyucikan diri mereka dari najis setelah mereka menyembelih wanita dan anak-anak itu. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan Musa berkata kepada mereka, ‘Kamu biarkankah semua perempuan hidup? Sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh ." Setelah itu, kelompok Yahudi tersebut merangkak untuk menyerang Raja Hesybon yang bernama Simon secara tiba-tiba. Juga membantai Raja yang bernama Auj, Raja Basan di sebelah selatan tanah Kanaan, serta membantai semua penduduk kedua kerajaan itu, sebagaimana yang telah diperintahkan Yahua. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tetapi Tuhan Allah kita menyerahkan ia kepada kita sehingga kita mengalahkan dia dengan anak-anaknya dan seluruh tentaranya. Pada waktu itu kita merebut segala kotanya dan menumpas penduduk setiap kota : laki-laki, perempuan, serta anak-anak. Tidak ada seorang pun yang kita biarkan. Hanya hewan kita rampas bagi kita sendiri, seperti juga jarahan dan kota-kota yang telah kita rebut.

Dan Tuhan Allah kita menyerahkan juga Og, Raja Basari, beserta seluruh tentaranya ke dalam tangan kita dan kita mengalahkan dia sehingga tidak seorang pun luput. Pada waktu itu kita merebut segala kotanya. Tidak ada kota yang tidak kita rampas dari mereka. Enam puluh kota ... semuanya itu adalah kota berkubu, dengan tembok yang tinggi-tinggi, dengan pintu.-pintu gerbang dan palang-palangnya, lain daripada itu sangat banyak kota yang tidak berkubu. Kita menumpas seluruh penduduknya seperti yang kita lakukan terhadap Sihon, Raja Hesybon, dengan menumpas penduduk setiap kota : laki-laki, perempuan, dan anak-anak."

Setelah itu, Yosua bin Nuun menerima bendera, yaitu bendera Yahua setelah Musa mati, ketika Ia dan pasukan Yahudi tiba di pinggiran tanah Kanaan. Yosua menampakkan kepahlawanannya dengan melakukan pembantaian besar-besaran. Disebutkan dalam kitab mereka, "Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang ada di kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba, dan keledai ... dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api. Hanya emas, perak, barang-barang tembaga, dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan Rumah Tuhan. ..." Tuhannya orang-orang Yahudi terus melanjutkan pembantalan dan pemusnahan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Yosua, ‘Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai sebab aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu. Maka Yosua mengacungkan lembing yang ada di tangannya ke arah kota itu.... Orang-orang Israil yang lain dan dalam kota menyerbu orang-orang Ai sehingga terjepit di tengah-tengah orang-orang Israil. Orang-orang Ai dibunuh sehingga tak seorang pun dan mereka yang dibiarkan terlepas atau luput. Tetapi Raja Ai ditangkap hidup-hidup dan dihadapkan kepada Yosua. Segera sesudah orang Israil selesai membunuh seluruh penduduk kota Ai di padang terbuka, maka seluruh Israil kembali ke Ai dan memukul kota itu dengan mata pedang. Jumlah semua orang yang tewas pada hari itu, baik laki-laki maupun perempuan ada dua belas ribu orang, semuanya adalah orang Ai. Dan Yosua tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu, sebelum seluruh penduduk kota Ai ditumpasnya. Hanya binatang ternak dan barang-barang kota itu dijarah oleh orang Israil, sesuai dengan firman Tuhan yang diperintahkannya kepada Yosua." Setelah Yosua membakar kota Ai dan menghancurkannya, Ia membunuh Raja Ai yang sudah disanderanya. Kemudian, menggantung mayatnya di atas piritu gerbang kota.

Kemudlian, Yosua melanjutkan pembantaian dan penumpasan besar-besaran terhadap seluruh binatang ternak Perbuatannya ini mendapat ridha dati Raabul Junud, yaitu Yahua. Disebutkan dalam kitab mereka, "Pada hari itu Yosua merebut Makeda dan kota itu dipukulnya dengan mata pedang, juga rajanya. Kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya. Tidak seorang pun yang dibiarkannya lolos. Kemudian, Yosua dengan seluruh Israil berjalan terus dari Makeda ke Ubna, lalu memerangi Libna.... Yosua memukul kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya. Tidak seorang pun yang dibiarkannya lolos. Rajanya itu diperlakukannya seperti diperlakukannya Raja Yerikho."

Setelah menumpas Ubna, Yosua dengan seluruh Israil berjalan terus menuju Lakhis, Ajion, Hebron , dan Dubair. Kemudian, mereka menumpas semuanya beserta raja-raja mereka, sebagaimana dia juga menumpas Raja Hazor dan se}uruh rakyatnya serta semua raja-raja yang bekerja sama dengannya, kecuali Syihon dan Aksyaf. Setelah itu, Yosua membawa Hazor dan seluruh rakyatnya dan membunuh mereka semua dengan mata pedang. Telah dipaparkan secara terperinci dalam asfar Yosua tentang peperangan yang dahsyat dan terus-rnenerus dengan menyebutnya sebagal sebuah pembantaian. Dia membantai setiap yang bernyawa serta raja-raja mereka dan rakyatnya, baik dari kalangan kaum wanita, laki-laki, anak-anak, dan orang tua. Pembantaian dan penyembelihan ini terus berlanjut. Terkadang dilakukan oleh bani Israil di bagian utara; terkadang dilakukan juga oleh bani Benyamin di bagian selatan. Terkadang juga dilakukan oleh kedua bani Yahudi ini secara bersamaan terhadap bangsa Kanaan. Seorang bernama Abimelekh melakukan penipuan terhadap saudara-saudara ibunya dan membuat kesepakatan dengan mereka agar dirinya dijadikan sebagai raja. Kemudian, ia ikut serta membunuh saudara-saudaranya. Ia pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal sebanyak 70 orang di atas satu batu. Akan tetapi, Yotarn, anak bungsu Yerubaal masih hidup karena Ia menyembunyikan diri.

Watak dan sifat pembunuh serta nafsu untuk membantai dan membinasakan yang ada pada diri orang-orang Yahudi Gilead disalurkan dengan menyembelih terhadap 42.000 orang dari suku Efraim hanya karena ketidakmampuan mereka dalam melafalkan huruf syin, mereka rnenyebutnya siin. Disebutkan dalam kitab mereka, "Untuk menghadapi suku Efraim itu, maka orang-orang Gilead menduduki tempat-.tempat penyeberangan Sungai Yordan. Apabila dari suku Efraim ada yang lari dan berkata, ‘Biarkanlah aku menyeberang', maka orang Gilead berkata kepadanya, ‘Orang Efraimkah engkau?' Dan jika Ia rnenjawab, ‘Bukan', maka mereka berkata kepadanya, ‘Coba katakan dulu, ‘Syibolet.' Jika ia berkata, ‘Sibolet', berarti tidak dapat mengucapkannya dengan tepat. Kemudian, mereka menangkap dia dan menyembelihnya dekat tempat-tempat penyeberangan Sungal Yordan itu. Pada waktu itu tewaslah dan suku Efraim 42.000 orang."

Dia juga membunuh berpuluh-puluh ribu orang untuk menjalankan syariat Tuhan-Nya (Yahua) yang telah ditanamkan-Nya pada diri-diri bangsa pillhan-Nya. Suatu yang sangat gampang dan mudah sekali untuk memenuhi kehausan Yahua meminum darah. Disebutkan dalam kitab mereka, Juga bani Benyamin maju menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi 22.000 orang dari antara orang Israil pada hari itu. Kemudian, pergilah orang-orang Israil .... Bani Benyamin juga menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi 22.000 orang dari antara orang Israil pada hari itu."

Ketika kemarahan Yahua terhadap Israil telah mereda, Segera ia memerintahkan Israil untuk rnenumpas bani Benyamin. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tuhan membuat suku Benyamin terpukul kalah oleh orang Israil. Pada hari itu orang- orang Israil memusnahkan suku Benyamin 25.100 orang, semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.... Jadi, larilah mereka dari depan orang-orang Israil itu ke arah padang gunun, tetapi pertempunan itu tidak dapat dihindari. Lalu, orang-orang dari kota-kota menghabisi mereka di tengah-tengahnya. Mereka mengepung suku Benyamin itu, mengejarnya dengan tak henti-hentinya ... sampai di depan Gibea, di sebelah timur. Dan bani Benyamin tewas 18.000 orang, semuanya orang-orang gagah perkasa.... Orang-orang Israil kembali kepada bani Benyamin dan memukul mereka dengan mata pedang, baik manusia, hewan, dan segala sesuatu yang terdapat di sana . Juga segala kota yang terdapat di sana mereka musnahkan dengan api."

Tatkala Yahudi Yabesh tidak hadir menziarahi Yahua dalam pertemuan perkemahan jamaah itu, mereka diberikan ganjaran pembantaian. Disebutikan dalam kitab mereka, "Sebab itu berkatalah mereka, ‘Dari suku-suku Israil adakah satu yang tidak datang menghadap Tuhan di Mizpa?' Lalu tampaklah bahwa dari Yabesh -Gilead tidak ada seorang pun yang datang ke perkemahan jamaah itu. Oleh karena itu, perkumpulan itu menyuruh 12.000 orang-orang gagah perkasa, ‘Pergilah, pukullah penduduk Yabesh-Gilead dengan mata pedang. Juga perempuan-perempuan dan anak-anak ... Semua laki-laki dan perempuan yang telah pernah tidur dengan laki-laki harus kamu tumpas."

Ketika semangat bangsa pilihan Yahua untuk melanjutkan pembantaian sedikit demi sedikit mulai menurun, kita dapati bahwa Yahua sendiri ikut turun untuk melakukan pembantaian ini. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan Ia membunuh beberapa orang Betsemes karena mereka melihat ke dalam tabut Tuhan , Ia membunuh lima puluh ribu laki-laki dan tujuh puluh orang dari rakyat itu."

Jadi, Tuhan mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israil, maka tewaslah dari orang Israil 70.000 orang.
Kemudian, datanglah nabi mereka, Samuel. Dia adalah salah satu nabi yang di antara nabi-nabi mereka. Dia mencoba sebuah langkah untuk mendekati Yahua, yaitu dengan cara melakukan pembantaian. Disebutkan dalam kitab mereka, "Beginilah firman Tuhan semesta alam, ‘Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israil karena orang Amalek menghalang-halangi mereka ketika orang Israil pergi dan Mesir. Jadi, pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai..."

Ketika Samuel memberikan tugas kepada Saul untuk melaksanakan perintah Tuhan, yaitu membantai habis segenap penduduk dengan mata pedang, Saul menangkap Agag, Raja Amalek hidup-hidup dan menjadikannya sebagai sandera. Dia juga menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tidak mengizinkan mereka untuk menumpas semuanya itu bersamaan dengan penduduk tersebut. Setelah Samuel marah, lalu dia menumpahkan kemarahan Tuhannya kepada Saul karena kesalahannya tidak menjalankan ajaran Tuhan untuk membantai dengan tuntas. Ketika Saul dinobatkan sebagai raja atas orang-orang Israil karena berkat pertolongan Samuel, Saul pun segera mohon ampun kepada Tuhan atas kesalahan besar yang Ia akui telah dilakukannya, yaitu ketika ia membiarkan hidup Agag, Raja Amalek, beserta binatang ternak pilihan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu berkatalah Samuel, ‘Bawa kemari Agag, Raja Amalek itu.' Dengan gembira Agag pergi kepadanya sebab pikirnya, ‘Sesungguhnya kepahitan maut telah lewat... ‘Sesudah itu Samuel mencincang Agag di hadapan Tuhan Gilgal.... Kemudian, Samuel pergi ke Rama, tetapi Saul pergi ke rumahnya di Gibea Saul. Sampal hari matinya, Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan Tuhan menyesal karena Ia menjadikan Saul raja atas lsrail."
Marilah kita perhatikan Saul yang dulunya disebut oleh Samuel sebagai orang yang terlalu toleran, ketika dia memaafkan Agag (Raja Amalek) dan tidak menumpas semua binatang ternak Kita akan dapati bahwa watak kejam dan buas telah tumbuh pada dirinya. Kita lihat ia telah meminta kepada Daud untuk dipotonglcan seratus ujung zakar orang-orang Palestina untuk dia persembahkan sebagai mahar anak perempuannya, Mikhal . Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian berkatalah Saul, ‘Beginilah kamu katakan kepada Daud, ‘Raja tidak menghendaki maskawin selain dari seratus kulit ujung zakar orang Palestina sebagai pembalasan kepada musuh raja....' Waktunya belum genap, tetapi Daud sudah bersiap. Dia pergi dengan orang-orangnya dan menewaskan dari orang Palestina itu dua ratus orang serta membawa kulit ujung zakar mereka. Dalam jumlah yang genap diberikan semuanya itu kepada raja supaya Daud menjadi menantu raja. Kemudian, Saul memberilcan Mikhal, anaknya. " Kita tidak akan terkejut dengan kekejaman Saul kalau kita tidak mengetahui bahwa dia mulai membantai para imam bani lsrail, perempuan, anak-anak, serta binatang ternak. Disebutkan dalam kitab mereka, "Maka ia memerangi para imam itu. Ia membunuh pada hari itu 85 orang yang memakai baju efod dan kain linen. Juga penduduk Nob, kota imam itu dibunuh raja dengan mata pedang, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, lembu, keledai, dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.

Kemudian, datanglah nabi mereka yang paling agung, Daud, putra terhormat Yahua. Pemimpin yang telah bersumpah untuk melindungi Kerajaan Israil di bawah kakinya untuk selama-lamanya, lalu dia menetapkan penjanjian darah dengan melakukan pembantaian terhadap bangsa Palestina yang telah berbuat baik kepadanya dan telah melindunginya ketika Ia lari dari serangan sengit Saul.

Di sebutkan dalam kitab mereka, "Sesudah itu, Daud memukul kalah orang Palestina dan mendudukkan mereka. Kemudian, Daud mengambil kendali pemerintahan atas ibukota dari tangan Palestina. Dia memukul kalah orang Moab, lalu sambil menyuruh mereka berbaring di tanah, Ia mengukur tempat mereka dengan tali. Jumlah orang yang berkumpul sepanjang dua kali panjang tali itu dibunuh dan yang berada di sepanjang satu kali panjang tali dibiarkan hidup.... Selanjutnya, Daud memukul kalah Hadadezer bin Rehob, Raja Zoba. Daud menawan darinya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, rnenyisakan seratus ekor kuda kereta. Kemudian, orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, Raja Zoba, tetapi orang Aram itu dibunuh Daud sebanyak dua puluh dua nibu orang. Demikianlah Daud mendapat nama. Ketika ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin ..., tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israil. Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda...."

Ketika Raja Daud belum puas melakukan pembantaian dengan menggunakan pedang, dia menemukan cara baru untuk melakukan pembantaian.
Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan diangkutnya banyak sekali jarahan dari kota itu. Penduduk kota itu diangkutnya dan dipaksanya bekerja dengan gergaji, penggerek besi, dan kapak. Juga dipekerjakan mereka di tempat pembuatan batu-bata. Demikinlah juga dilakukan Daud terhadap segala kota bani Amon.. ..

Setelah pembantaian yang dilakukan Daud mulai melemah, dia sudah tidak mempunyai musuh lagi, kecuali anaknya yang bernama Absalom. Kemudian, terjadilah permusuhan antara keduanya yang mengharuskannya untuk menyembelih Absalom. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan terjadilah pertempuran di hutan Efraim. Tentara Israil terpukul kalah di sana oleh orang-orang Daud. Pada hari itu terjadilah di sana pertumpahan darah yang dahsyat, dua puluh ribu orang tewas. Kemudian, pertempuran meluas meliputi seluruh daerah itu. Hutan itu memakan lebih banyak orang di antara tentara daripada yang dimakan pedang pada han itu.. . ."

Kemudian, datanglah Sulaiman yang bijaksana, dan mendapati bahwa suatu keharusan baginya untuk melakukan pertumpahan darah demi menyempurnakan kebijaksanaan, melengkapi ketajaman pemikiran yang ada pada dirinya, serta mengokohkan sendi-sendi kerajaan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tujuh hari lamanya mereka berkemah berhadap-hadapan. Tetapi pada hari yang ketujuh, mulailah pertempuran. Pada satu hari orang Israil menewaskan seratus ribu orang berjalan kaki dari orang Aram itu. Orang-orang yang masih tinggal melarikan diri ke Afek, ke dalam kota, tetapi temboknya roboh menimpa 20.000 orang yang masih tinggal itu.. .

Sepertinya tidak benar kalau kita menyepelekan bagian malaikat menurut Taurat Yahudi dalam penumpasan dan penyembelihan ini, sebagaimana yang telah disebutkan dalarn asfar Yahudi, "Pada malam itu keluarlah malaikat Tuhan, lalu dibunuhnyalah seratus delapan puluh ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan paginya tampaklah bangkai orang-orang mati belaka."

Pertikaian untuk mendapatkan keridhaan Yahua antara Yehuda dan Israil semakin memanas sehingga akhirnya terjadilah peperangan sengit di antara mereka berdua. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan orang-orang Yehuda memekikkan pekik perang. Pada saat orang-orang Yehuda itu memekikkan pekik perang. Allah memukul kalah Yerobeam dan segenap orang Israil oleh Abia dan Yehuda. Orang Israil lari dari depan Yehuda, tetapi Allah menyerahkan mereka ke dalam tangan Yehuda. Abia dengan laskarnya mendatangkan kekalahan yang besar kepada mereka. Dan orang Israil mati tenbunuh 500.000 ribu orang pilihan. Demikianlah orang Israil ditundukkan pada waktu itu, sedang orang Yehuda menjadi kokoh karena mereka mengandalkan diri kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka."

Selain itu, Yoram bin Yehuda juga membaskan pedangnya kepada saudara-saudaranya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israil dengan pedang...."

Kemudian, ibu Ahazia bin Yoram yang bernama Atalya menumpas semua keturunan kerajaan yang disucikan. Kenapa tidak? Aku mengatakan bahwa dia adalah termasuk orang-orang yang pemberani dan haus akan pertumpahan darah. Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah Ia membinasakan semua keturunan raja dan kaum Yehuda..

Ketika para imam meramal Zakaria, mereka membunuhnya di rumah Tuhan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu roh Allah menguasai Zakaria, anak Imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat dan berkata kepada mereka, Beginilah firman Allah, ‘Mengapa kamu melanggar penintah-perintah Tuhan sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan Tuhan, ia pun meninggalkan kamu!' Akan tetapi, mereka mengadakan kesepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah Tuhan....' Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerussalem. Dan bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka.. "

Sepertiriya Yahua telah marah kepada bangsa-Nya dikarenakan pembantaian yang mereka lakukan telah mulal merosot turun, maka kemudian datanglah Amazia yang saleh, memberanikan diri mencegah kemerosotan itu. Disebutkan dalam kitab mereka, ‘Amazia mendapat keberanian, lalu memimpin rakyatnya ke Lembah Asin dan memukul kalah sepuluh ribu orang dari bani Seir. Selain itu, sepuluh ribu orang ditawan hidup-hidup oleh bani Yehuda dan dibawa ke suatu puncak bukit batu, lalu mereka dicampakkan dari puncak bukit batu itu.... Orang-orang dari pasukan yang dipulangkan Amazia, dan yang tidak diperbolehkan ikut berperang dengan dia, menyerbu kota-kota di Yehuda dari jurusan Samaria sampai ke Bet Horon, dan menewaskan tiga ribu orang penduduknya dan merampas banyak jarahan.

Bantuan terhadap Israil terus mengalir. Mereka juga mendapatkan rencana dan Yahua, dan menolong mereka dalam menghadapi Yehuda. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, Ia diserahkan pula ke dalam tangan Raja Israil dan mengalami kekalahan yang besar. Sebab, dalam sehari Pekah bin Remalya menewaskan di Yehuda 120.000 orang, semuanya orang-orang yang tangkas oleh karena mereka telah meninggalkan Tuhan Allah nenek moyang mereka. Pahlawan dari Efraim yang bernama Zikhri membunuh Maseya, anak raja, Azrikam, kepala istana, dan Elkana (orang kedua di bawah raja). Orang Israil menawan dari saudara-saudaranya dua ratus ribu orang, yakni wanita, anak laid-laki, dan anak-anak perempuan. Mereka merampas juga banyak harta benda dari orang-orang itu dan membawa rampasan itu ke Samania."

Kitab orang-orang Yahudi ini tidak menyembunyikan hakikat keberadaan bangsa pilihan Yahua dan kecondongan mereka menghisap darah, mematahkan tulang-belulang manusia, dan membunuh anak-anak. Bahkan, dan anak-anak golongan Yahudi sekalipun. Disebutkan dalam kitab mereka, "Lihat suatu bangsa yang bangkit seperti singa betina dan yang berdiri tegak seperti singa jantan, yang tidak membaringkan dirinya sebelum Ia memakan mangsanya dan meminum darah dari yang mati dibunuhnya.... Allah membawa meneka keluar dari Mesir. Bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan. Bangsa-bangsa yang menjadi lawannya akan ditelannya habis dan tulang-tulang mereka akan dihancurkannya..

Nabi mereka yang bernama Armiya terkadang menentang pembunuhan dengan api terhadap anak-anak Yahudi, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab mereka, "Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anak lelaki dan perempuannya, suatu hal yang tidak pemah kuperintahkan dan tidak pernah timbul dalam hatiku.. .." Kita dapati dia terus bersenandung mengulangi kebengisan Tuhan mereka dan kekejaman-Nya terhadap orang-orang tua, para jejaka, dan para perawan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Engkau tadinya adalah palu godam bagi-Ku, senjata perang. Dengan engkau Aku menghancurkan bangsa-bangsa. Dengan engkau Aku memusnahkan kerajaan-kerajaan. Dengan engkau Aku menghancurkan kuda dan pengendaranya. Dengan engkau Aku menghancurkan kereta dan penunggangnya. Dengan engkau Aku menghancurkan laki-laki dan perempuan. Dengan engkau Aku menghancurkan orang tua dan muda. Dengan engkau Aku menghancurkan taruna dan dara. Dengan engkau Aku menghancurkan gembala dan kawanan dombanya. Dengan engkau Aku menghancurkan petani dan lembu pembajaknya. Dengan engkau Aku menghancurkan penguasa dan para pembesar."

Kesucian Taurat Ester, dikhususkan oleh para imam bani Israil. Asfar yang lengkap, yang datang sebagai lambang kebohongan, rencana jahat, kedustaan, pelanggaran janji, kebuasan, dan sebagai lambang kekejaman. Telah disebutkan dalam asfar ini cerita tentang Mordekhai, salah seorang penjaga pintu gerbang kerajaan Raja Ahasyweros. Kisah tentang bagaimana Yahudi ini bisa merusak hubungan Raja dengan kerajaannya dengan tujuan agar sang Raja dapat kiranya mengawinkannya dengan anak pamannya, Ester. Kisah bagaimana Haman mengatur rencana jahat terhadap bangsa Yahudi. Kemudian, ia memanfaatkan Ester untuk ikut memasukkan cerita bohong tentang rencana jahat ini ke dalam hati sang raja. Siasat busuk untuk membunuh semua musuh yang mengancam Yahudi. Dengan perintah ini, akhirnya Mordekhai sukses meraih keberhasilan yang gemilang. Kesuksesannya itu dapat dilihat dengan keberhasilannya membunuh berpuluh-puluh ribu jiwa bangsa pilihan Tuhan, yaitu bangsa Israil. Tidak seorang pun di antara mereka yang dibiarkan hidup sehingga membuktikan ketidakbersalahan bangsa yang memprihatinkan itu dan rencana jahat Yahudi, yang diciptakan oleh Mordekhai. Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika Haman melihat Mordekhai ada di pintu gerbang istana raja, tidak bangkit, dan tidak bergerak menghormati dia, maka sangat panaslah hati Haman kepada Mordekhai. Namun, ia mengurungkan niatnya untuk memukul Mordekhai karena mereka memberitahukan kepadanya tentang kebangsaan Mordekhai. Haman mempengaruhi raja untuk membunuh habis semua orang Yahudi yang ada di setiap wilayah kerajaan Ahasyweros. Datanglah Raja dengan Haman untuk dijamu oleh Ester, sang ratu. Pada hari yang kedua itu, sambil minum anggur, bertanyalah pula Raja kepada Ester, ‘Apakah permintaanmu hai Ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Bahkan, setengah kerajaan sekalipun akan kupenuhi ... maka Raja mengulurkan tongkat emas kepada Ester, lalu bangkitlah Ester dan berdiri di hadapan raja, serta sembahnya, ‘Jikalau baik pada pandangan Raja, jikalau hamba mendapat kasih Raja, hal ini kiranya dipandang benar oleh Raja, dan Raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah dikeluarkan surat titah untuk menarik kembali surat-surat yang berisi rancangan Haman bin Hamedata, orang Agag itu, yang ditulisnya untuk membinasakan orang Yahudi di dalam semua daerah kerajaan.'

Raja Ahasyweros berkata kepada Ester, Ratu Mordekhai yang juga seorang Yahudi, Aku berikan rumah Haman untuk Ester. Adapun dia, maka Ia telah menyalibnya di atas kayu karena mengulurkan tangannya kepada Yahudi... Namun, Mordekhai belum merasa cukup hanya dengan membunuh Haman, maka dia pun merencanakan ribuan pembantaian untuk memenuhi hasrat membunuh yang memang merupakan wataknya dan melakukan balas dendam terhadap orang-orang tak berdosa.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Maka dia menulis surat atas nama Raja Ahasyweros, kemudian ia memateraikan surat itu dengan cincin materai Raja. Setelah itu, dia mengirim surat-surat itu dengan menggunakan perantaraan pesuruh-pesuruh yang berkuda ... yang isinya: Raja mengizinkan orang Yahudi di tiap-tiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta memusnahkan, membunuh, atau membinasakan segala tentara. Bahkan, anak-anak dan perempuan-perempuan dan bangsa dan daerah yang hendak menyerang mereka serta merampas harta milik mereka.... Di dalam Benteng Susan saja orang Yahudi membunuh dan membinasakan lima ratus orang. Kesepuluh anak laki-laki Haman bin Hamedata, seteru orang Yahudi, dibunuh oleh mereka ... lalu Raja bertitah kepada Ester, sang ratu, ‘Di dalam Benteng Susan saja orang Yahudi telah membunuh dan membinasakan lima ratus orang beserta kesepuluh anak Haman ... dan apakah permintaanmu sekarang, niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu lagi, niscaya dipenuhi.'
Setelah kesepuluh anak-anak Haman disulakan pada tiang sebagaimana permintaan Ester, orang-orang Yahudi berangkat melakukan pembantaian terhadap bangsa-bangsa di ternpat-tempat lain.... Orang Yahudi yang lain, yang ada di dalam daerah kerajaan, berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta mendapat keamanan terhadap musuhnya. Mereka membunuh 70.000 orang di antara pembenci-pembenci mereka, hal in terjadi pada hari yang ke-13 dalam bulan Adar.

Pada hari yang ke-14, berhentilah mereka dan hari itu dijadikan mereka sebagai hari perjamuan dan sukacita. Disebutkan dalam kitab mereka, "Hari itu adalah hari led resmi bagi orang-orang Yahudi."

Kita tidak lupa - tatkala kita memperhatikan pembantaian-pembantaian yang sampai memakan korban ratusan ribu hanya dalam satu kali peperangan dalam waktu satu atau setengah hari saja- untuk mengingat bahwa senjata utama yang digunakan dalam pembarnaian-pembantaian pada waktu itu adalah pedang. Kita bisa membayangkan betapa tinggi tingkat kebuasan, keliaran, dan kebiadaban sebuah peperangan yang memakan korban setengah miliar nyawa tanpa menggunakan bom atom, atau bom hidrogen (zat cair), meriam, peluru, tank, pesawat pelempar rudal, dan roket (torpedo).... Kita juga bisa membayangkan tingkat peradaban yang ditunjukkan bangsa Yahudi terhadap dunia ketika kita melihat dan membandingkan malapetaka dan bencana-bencana yang muncul dari penawanan terhadap dua ratus nibu wanita-wanita dan anak-anak hanya dalam satu peperangan, itu pun setelah mereka melakukan penyembelihan terhadap ratusan ribu jiwa, baik dari kalangan para tentara atau dari kalangan orang biasa. Demi Allah, hal itu bukanlah suatu peradaban, melainkan sebuah kebiadaban dan kebuasan. Sampai kita sering keliru tatkala kita menisbatkannya kepada binatang buas dan menyebutnya suatu kebuasan. Binatang buas tidaklah mau melakukan pembunuhan, kecuali untuk mengamankan makanannya. Adapun orang-orang Yahudi itu dari dulu sampai sekarang masih tetap haus akan berbagai peperangan dalam skala besar yang belum pernah dikenal dalam sejarah manusia.

 5. Fasik dan Berakhlak Bejat
Belum pernah didapati dalam sejarah tindakan pencabulan, kejahatan, kefasikan, dan kebejatan akhlak menjadi suatu kesucian, kecuali dalam kitab Taurat Yahudi. Taurat juga telah menyusun berbagai pencabulan yang sama sekali belum pernah dikenal oleh agama-agama mana pun, kemudian dihalalkan. Demikian juga dengan kitab Taurat yang merupakan kitab pertama dalam segenap sejarah, telah memberikan pelajaran-pelajaran kebobrokan akhlak dan penghalalan Segala cara yang bertentangan dengan moral kemanusiaan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Pergilah Lot dan Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anak perempuannya di pegunungan sebab ia tidak berani tinggal di Zoar. Kemudian, menetaplah ia dalam satu goa beserta kedua anaknya. Kata kakaknya kepada adiknya, ‘Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita. Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya, dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika bangun. Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya, ‘Tadi malam aku telah tidur dengan ayah, baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur. Masuklah engkau untuk tidur dengan dia supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.' Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya, dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. Lalu mengandunglah kedua anak Lot dan ayah mereka. Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan memberinya nama Moab. Dialah bapak orang Moab yang sekarang, yang lebih muda pun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami. Dialah bapa bani Amon yang sekarang."

Selain itu, Ruben bin Yakub telah melakukan kezaliman terhadap istri ayahnya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata, ‘Datanglah berkumpul supaya kuberitahukan kepadamu apa yang akan kamu alami di kemudian hari. Berhimpunlah kamu dan dengarlah, ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israil, ayahmu. Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku, dan permulaan kegagahanku. Engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan. Engkau yang membual sebagai air tidak lagi engkau yang terutama sebab engkau telah memiliki tempat tidur ayahmu. Waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku." ' Kemudian, meluaslah kezaliman ini dalam kerajaan mereka dan pada anak-anak raja mereka. Absalom bin Daud mempraktikkannya dengan seluas-luasnya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, berkatalah Absalom kepada Ahitofel, ‘Berilah nasihat, apa yang harus kita perbuat?' Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom, ‘Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israil mendengar bahwa engkau telah membuat dinimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya. Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampini gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israil. Pada waktu itu nasihat yang dibenikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari Allah."

Absalom bin Daud telah mewarisi akhlak bejat ini dan ayahnya, Daud versi Taurat. Yang dimaksud Daud di Sini bukan Daud yang diagungkan oleh A1-Qur'an dan dihinakan oleh orang-orang Yahudi. Daud versi Taurat ini pernah memaksa istri salah seorang perwiranya ketika perwiranya tersebut sedang tidak ada di rumah karena sibuk berperang di barisan penyerang. Kemudian, ia membuat rencana jahat untuk menghabisi perwiranya agar Ia dapat mengawini perempuan cantik temannya berzina, istri perwiranya itu.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi, perempuan itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata, ‘Itu adalah Batsyeba binti Eliem, istri Uria....' Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Lalu perempuan ftu datang kepadanya, kemudian Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihlcan najisnya. Kemudian, pulanglah perempuan itu ke rumahnya. Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahuhn kepada Daud demikian, Aku mengandung.' Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab untuk mengatakan, ‘Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.' Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap Daud, ia mengizinkannya pulang untuk bermalam di rumahnya bersama istninya dengan demikian terhapuslah kejahatan yang telah diperbuatnya menghamili istri Uria. Akan tetapi, Uria adalah seorang yang cerdik, Ia dapat memahami rencana yang sedang dijalankan

oleh Daud. Kemudian, Ia membaringkan diri di depan pintu. istana bersama-sama hamba tuannya. Ketika pada pagi hari, Daud mengetahui bahwa Uria tidak pulang ke rumahnya, ia pun bertanya apa sebabnya. Dan pada waktu itu jawaban Uria sangat tepat dan cerdik sekali. Dia mengatakan bahwa sekarang para pasukan sedang bertempur di medan peperangan, maka Ia merasa tidak enak untuk pulang ke rumahnya dan bersenang-senang dengan istrinya. Kemudian, Daud pun mengembalikannya ke medan peperangan setelah menentukan rencana untuk melepaskan diri jeratnya dengan cara mengirimnya ke medan perang bersama Panglima Yoab. Dengan demikian sukseslah rencana itu dan terlepaslah Daud dari Uria yang mati karena sebab kecantikan istrinya. Kemudian, ia mengawininya setelah selesai hari berkabung. Berita kematian Uria telah membuat terperanjat istrinya, dan Ia merasa sedih atas kematian suaminya itu. Setelah hilang sedihnya, Daud pun menjemputnya untuk tinggal bersamanya di istana sebagai istrinya, maka dari istri inilah lahir anaknya...

Kitab Taurat juga menggambarkan Daud pada hari tuanya yang senang terhadap para perawan, dia menyelirnuti diri dengan mereka ketika ia terkena penyakit demam. Disebutkan dalam kitab mereka, "Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya. biarpun Ia selimuti, badannya tetap dingin. Lalu para pegawainya berkata kepadanya, ‘Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat Raja. Biarlah ia berbaring di pangkuanmu sehingga badan tuanku Raja menjadi panas.' Maka di seluruh daerah Israil dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada Raja. Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat Raja dan melayani dia, tetapi Raja tidak bensetubuh dengan dia.

Benar bahwa sifat yang menjijikan ini terdapat pada diri Daud versi Taurat dan bangsanya semazhab. Mereka berenang dalam lautan dosa zina dan kehinaan semenjak 30 abad lalu sampai zaman kita sekarang ini. Kita juga tidak lupa tentang kisah Yehuda, salah seorang anak Yakub yang berzina dengan saudara perempuannya sendiri, Tamar, sebagaimana disebutkan dalam kitab Taurat.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Setelah beberapa lama matilah anak Syua, istri Yehuda. Sehabis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya.... Ketika dikabarkan kepada Tamar, ‘Bapak mertuamu sedang di jalan menuju ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya.' Maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan bersetubuh. Kemudian, pergi duduk di pintu masuk ke Enaim dijalan yang menuju ke Timna.... Ketika Yehuda melihat dia, disangkanya dia seorang perempuan sundal ..., lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata, ‘Marilah, aku mau menghampiri engkau.' Sebab, ia tidak tahu bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu, ‘Apakah yang akan kau berikan kepadaku jika engkau menghampiriku?' Jawabnya, ‘Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dan kambing dombaku.' Kata perempuan itu, Asal engkau memberikan jaminannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.. "

Kesimpulannya, Yehuda pun memberikan cincin, sapu tangan, dan tongkatnya sebagal barang jaminan, kemudian ia pun berzina dengannya. Setelah beberapa lama ia melakukan perzinaan itu, Tamar menghilang begitu saja. Ketika Yehuda mengirimkan anak kambing itu untuk mengambil kembali jaminannya, dia tidak menjumpai lagi perempuan itu.

Setelah itu, kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda bahwa Tamar telah berzina, bahkan telah mengandung dari perzinaannya itu tanpa menunggu iddah (masa menunggu) dari suaminya, yaitu anak Yehuda. Kemudian, Yehuda pun memerintahkan orang untuk membakarnya. Ketika pembakaran tersebut akan dilakukan, Tamar mengeluarkan barang-barang jaminan yang dahulu diberikan Yehuda kepadanya. Setelah melihat barang-barang jaminan itu, Yehuda pun mengakui bahwa dia adalah temannya berzina dulu, dibatalkanlah hukuman bakar itu terhadapnya. Setelah beberapa lama Tamar pun melahirkan anak kembar. Mereka dia beri nama Peres dan Zerah. Dan keturunan Peres, Ia mendapatkan cucu bernama Buiz yang kawin dengan Bruts yang merupakaa nenek moyang Moab. Dan dari keturunan mereka berdua lahirlah Daud versi Taurat. Jadi, Daud adalah seorang anak hasil perzinaan karena Moab, ayahnya, adalah seorang anak haram. Ibunya adalah anak Lot yang mengandung dari ayahnya sendiri. Buiz adalah anak keturunan Peres juga dan hasi perzinaan. Dengan demikian Daud terlahir dan keturuna pezina, menurut kitab Taurat.

Dalam kitab Taurat terdapat kejadian-kejadian yang lebih buruk dan lebih bejat dan semua yang telah kita baca tadi. Disebutkan bahwa anak Daud yang bernama Amnon berzina dengan saudara perempuannya, Tamar. Kemudian, saudara kandungnya Absalom marah dan membalaskan dendamnya melalui salah seorang anak buahnya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea, kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik. Katanya kepada Amnon, ‘Hai anak Raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahukannya kepadaku.' Kata Amnori kepadanya, aku cinta kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu.' Lalu berkatalah Yonadab kepadanya, ‘Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya, ‘Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila Ia menyediakan makanan di depan mataku sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya.' Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika Raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada Raja, ‘Izinkanlah adikku Tamar datang membuat kue di depan mataku supaya aku memakannya dari tangarinya.' Lalu Daud menyuruh orang kepada Tamar dengan pesan, ‘Pergilah ke rumah Amnon ... dan sediakanlah makanan baginya.' Setelah itu, Tamar pergi ke rumah Amnon yang sedang berbaring-baring, lalu anak perempuan itu mengambil adonan, meremasnya, dan membuat kue di depan matanya, kemudian dibakarnya kue itu. Sesudah itu gadis itu mengambil kuali dan mengeluarkan isinya di depan Amnon, tetapi ia tidak mau makan. Berkatalah Amnon, ‘Suruhlah setiap orang keluar meninggalkan aku.' Keluarlah setiap orang meninggalkan dia. Kemudian, berkatalah Amnon kepada Tamar; ‘Bawalah makanan itu ke dalam kamar supaya aku memakannya dari tanganmu.' Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, ke dalam kamar. Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya Ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya, ‘Marilah tidur dengan aku, adikku.' Gadis itu berkata kepadanya, ‘Tidak kakakku, jangan perkosa aku sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israil. Janganlah berbuat noda seperti itu.' Oleh karena itu, berbicaralah dengan Raja sebab Ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu. Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya. Dia lebih kuat daripada Tamar, diperkosanyalah dia.... Kemudian, timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu daripada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya, ‘Bangunlah, enyahlah!' Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya dia meletakkan tangannya di atas kepalanya, dan pergilah Ia sambil meratap dengan nyaring. Berkatalah kakaknya yang bernama Absalom kepadanya, ‘Apakah Amnon kakakmu itu telah bersetubuh dengan engkau? Adikku, diamlah saja. Bukankah Ia kakakmu. Janganlah begitu memikirkan perkara itu."

Adapun Sulaiman, Taurat telah menggambarkannya sebagai seorang laki-laki hypersex yang hanya bisa puas dengan beratus-ratus istri dan gundik.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Adapun Raja Salomo, maka Ia mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Fir'aun, Ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Anion, Edom, Sidon, dan Het. Padahal tentang bangsa-bangsa itu, Tuhan telah berfirman kepada orang-orang lsrail, ‘JanganIah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu. Sebab, sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada Allah mereka. Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. Ia mempunyai tujuh ratus istri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik. Istri-istrinya itu lebih menarik hatinya daripada Tuhan.. .."

Sepertinya kurang tepat apabila kita menutup pembicaraan kita dalam masalah akar kefasikan dan kebejatan sebagaimana yang tertulis dalam kitab Taurat, tanpa mempelajari apa yang terdapat datam asfar mereka, yaitu asfar Kidung Agung. Penulis berharap agar pembaca jangan berpikiran yang bukan-bukan, penulis hanya menukil dan kitab Rujuus Syaikh ila Swabaahu, "Dengarlah kekasihku! Lihatlah, Ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit. Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, Ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi. Kekasihku mulai berbicara kepadaku, ‘Bangunlah manisku, jelitaku, marilah kemari! ... Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas, bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah manisku, jelitaku. Kemarilah! ... Aku hendak bangun dan berkeliling di kota, di jalan-jalan, dan di lapangan-lapangan. Kucari dia jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku temui peronda-peronda kota, ‘Apakah kamu melihat jantung hatiku?' Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku. Kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku. Kusumpahi kamu, putri-putri Yerussalem. Demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang. Jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya ...! Li hatlah, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari Pegunungan Gilead. Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada. Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu. Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya. Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kijang kembar yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung. Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku. Engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata, dengan seuntai kalung dan perhiasan lehermu. Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu daripada anggur. Lebih harum bau minyakmu daripada segala macam rempah. Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku. Madu dan susu ada di bawah lidahmu. Bau pakaianmu seperti bau Gunung Lebanon. Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku. Kukumpulkan mur dan rempah-rempahku, kumakan sambang dan maduku, kuminum anggur dan susuku. Makanlah teman-teman. Minumlah, minumlah sampai mabuk cinta! Aku tidur, tetapi hatiku bangun.... Bukalah pintu dinda, manisku, merpatiku, idamanku karena kepalaku penuh embun. Rambutku penuh tetesan embun malam! Bajuku telah kutanggalkan. Apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula? Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku. Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang. Tangannya bundaran emas, berhiaskan permata tarsis. Tubuhnya ukiran dan gading bertabur batu nilam. Kakinya adalah tiang-tiang marmar putih, bertumpu pada alas emas murni. Perawakannya manis menyenangkan. Segala sesuatu padanya menarik. Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu putri yang berwatak luhur! Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan karya tangan seniman, pusarmu seperti cawan yang bulat yang tak terkungkung anggur campuran. Perutmu timbunan gandum berpagar bunga-bunga bakung. Seperti dua anak rusa buah dadamu. Lehermu bagaikan menara gading. Betapa cantik, betapa jelita engkau, hal tercinta di antara segala yang disenangi. Sosok tubuhmu seumpama pohon kurma dan buah dadamu gugusannya. Kataku, ku ingin memanjat pohon kurma itu dan memegang gugusan-gugusannya.' Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan napas hidungmu seperti buah apel. Kata-katamu manis bagaikan anggur! Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya.... Akan kubimbing engkau dan kubawa ke rumah ibuku supaya engkau mengajar aku. Akan kuberikan kepadarnu anggur yang harum untuk diminum, air buah delimaku tangan kirinya ada di bawah kepalaku, dan tangan kanannya memeluk aku."

6. Zalim dan Melampui Batas
Kitab Taurat adalah kitab pertama di dunia yang membolehkan tindakan pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa. Bahkan, seorang anak dapat terkena hukuman karena kesalahan yang dilakukan orang tuanya. Taurat secara resmi menetapkan hukuman imbas yang memakan korban anak-anak kecil, orang-orang tua, dan perempuan-perempuan yang tidak berdosa. Demikian juga membolehkan tindakan pembunuhan terhadap binatang-biriatang yang tidak berakal yang belum pernah dilakukan oleh satu syariat pun di dunia. Lihatlah apa yang telah dilakukan Musa versi Taurat ketika ia menghukum orang-orang dari kaumnya sendiri yang menentang dirinya dan memohon kepada Tuhannya agar mereka ditelan oleh bumi bersama dengan perempuan dan anak-anak mereka. Disebutkan dalam kitab mereka, "Keluarlah Datan dan Abiram, lalu berdiri di depan pintu kemah mereka bersama-sama dengan istrinya, para anaknya, dan anak-anak yang kecil. Sesudah itu berkatalah Musa, ‘Dari hal inilah kamu akan tahu bahwa aku diutus Tuhan untuk melakukan segala perbuatan ini. Hal itu bukanlah dari hatiku sendiri. Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang ada di bawah mereka, dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada korah dan dengan segala harta milik mereka. Demikianlah mereka dengan semua orang yang ada pada mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati. Bumi menutup mereka sehingga mereka binasa dan tengah-tengah jamaah itu."

Ketika kaum Musa versi Taurat menjumpai salah seorang sedang mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabtu, mereka tidak memberitahukan kepadanya tentang pengharaman melakukan pekerjaan apa pun pada hari itu. Mereka malah membunuhnya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika orang Israil ada di padang gurun, didapati mereka seorang yang mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabtu. Kemudian, orang-orang menghadapkan dia kepada Musa, Harun, dari segenap umat itu. Orang itu dimasukkan dalam tahanan karena belum ditentukan apa yang harus dilakukan kepadanya. Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa, ‘Orang itu pastilah dihukum mati, segenap umat Israil harus melontari dia dengan batu di luar tempat perkemahan.' Kemudian, segenap umat menggiring dia keluar tempat perkemahan dia dilontari dengan batu sehingga ia mati, seperti yang difirmankan Tuhan kepada Musa."

Tuhan Yahudi memerintahkan rnereka untuk menghukum orang yang tak berdosa karena dosa dan kesalahan orang lain.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Membalaskan kesalahan bapak kepada anak-anak dan cucu-cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dan hukuman. Bahkan, Ia menimpakan kesalahan bapak kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.... ‘Anak-anak zina yang tak berdosa dikucilkan dari masyarakat sampai keturunan mereka kesepuluh. Disebutkan dalam kitab mereka, "Seorang anak haram janganlah masuk jamaah Tuhan, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jamaah Tuhan."

Yosua bin Nuun, pengganti Musa versi Taurat, juga mengakui dan mengesahkan hukum imbas. Ia tidak merasa cukup hanya dengan menghukum pelaku pencurian, namun semua keluarganya juga harus dibunuh.
Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian Yosua beserta seluruh Israil mengambil Akhan bin Zerah, perak, jubah, dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya, dombanya, kemahnya, dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke Lembah Akhor. Berkatalah Yosua, ‘Seperti engkau mencelakakan kami, maka Tuhan pun mencelakakan engkau pada hari ini. Seluruh Israil melontari Ia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu. Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka Tuhan yang menyala-nyala itu."

Kenapa kita harus mencela Musa dan Yosua, sedangkan mereka tidak pernah melakukan apa-apa, kecuali apa yang disyariatkan oleh Yakub yang pernah bergulat dengan Tuhannya, yang kemudian Dia menamainya Israil. Yakub versi Taurat ini telah menzalimi saudaranya yang bernama Esau dan mencuri hak kesulungan dan keberkatan adiknya. Namun, bapak mereka tidak mengingkari perbuatan rencana penipuan dan kebohongan itu. Dia juga tidak menghilangkan kezaliman yang dilakukan oleh anaknya tersebut. Bahkan, sebaliknya dia menghalalkan dan membolehkannya....

Disebutkan dalam kitab mereka, "Sahutnya, Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau.' Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata, ‘Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia. Dan dia akan tetap orang yang diberkati. Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya, ‘Berkatilah aku ini juga, ya Bapak!' Jawab ayahnya, ‘Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu.' Kata Esau, ‘Bukankah tepat namanya Yakub karena Ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.' Lalu katanya, ‘Apakah Bapak tidak mempunyai berkat yang lain bagiku?' Lalu Ishak menjawab Esau, katanya, ‘Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur. Maka kepadamu, apalagi yang dapat kuperbuat, ya Anakku?' Kata Esau kepada ayahnya, ‘Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya Bapak? Berkatilah aku ini juga ya Bapak' Dan dengan suara keras menangislah Esau. Ishak menjawab, ‘Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dan langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikrnu.. "

Kita sebagai seorang Muslim percaya dan meyakini bahwa Fir'aun adalah seorang raja yang zalim. Taurat memutar batik cerita Musa dengan Fir'aun mi menjadi sebuah cerita yang sangat mengherankan, yang dapat membuat sedih setiap pembaca, ketika mereka melihat kesengsaraan yang dialami Fir'aun dan kaumnya. Kitab ini berlebihan dalam mélampiaskan kemarahan dan menerapkan hukum qisas terhadap bangsa yang terzalimi yang pada waktu itu diperbudak oleh Fir'aun, sebagairnana dia memperbudak bani Israil. Kebijakan Tuhan Yahudi telah menghalalkan sungai-sungai Mesir berubah menjadi lautan darah yang dapat mematikan ikan yang ada di dalamnya dan yang berada di selokan. Membuat tanah Mesir penuh dengan katak, debu-debu bumi berubah menjadi nyamuk-nyamuk, lalat-lalat akan beterbangan menyerang rumah-rumah orang Mesir dan tidak masuk ke rumah-rumah orang Israil. Kuda, keledai, unta, maupun sapi-sapi orang Mesir diserang oleh wabah penyakit. Orang-orang Mesir diserang oleh penyakit borok dan bisul. Kemudian, Tuhan menurunkan hujan es bersamaan dengan api yang menyala-nyala yang membakar semua perkebunan, rumput-rumput dan pohon-pohon, kecuali bumi Gosen, tempat bani Israil tinggal.... Dia mengirim belalang ke tanah Mesir yang memakan semua tumbuh-tumbuhan, baik yang masih hijau ataupun yang sudah kering. Kemudian, mendatangkan kegelapan yang menutupi alam selama tiga hari, tidak seorang pun dapat mengenali saudaranya, anak-anak sulung perempuan yang ada di Mesir akan mati. Bahkan, anak sulung perempuan Fir'aun yang sedang duduk di kursinya juga mati. Demikian juga dengan anak sulung budak perempuannya yang menghadapi batu kilangan, semua anak sulung binatang juga akan binasa.

Semua malapetaka mi ditimpakan Tuhan bani Israil terhadap bangsa Mesir karena perbuatan Fir'aun yang terlambat membawa bani Israil keluar dan tanah Mesir menuju negeri penuh dengan susu dan madu ..., yaitu negeri Palestina.

 

7. Penipu, Pencuri, dan Tamak
Taurat versi Yahudi menghalalkan segala bentuk penipuan, pencurian, dan ketamakan serta menisbatkannya kepada para nabi. Dia menghiasi mereka dengan semua sifat jelek ini yang sama sekali tidak dapat ditenima oleh masyarakat. Bahkan, ditolak oleh penduduk pedalaman yang masih kolot dan liar, yang tidak pernah melihat seorang nabi pun semenjak dilahirkan sampai pada zaman kita sekarang ini.

Lihatlah apa yang telah dilakukan Ribka, istri Ishak, yang merupakan ibu Esau dan Yakub, ia menganjurkan anak bungsunya (Yakub) untuk mencuri berkat ayahnya dengan cara melakukan penipuan. Berkat itu seharusnya untuk Esau karena merupakan haknya sebagai anak yang paling besar.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Tetapi Ribka mendengarkannya ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada ayahnya, berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya, ‘Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu, ‘Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan Tuhan, sebelum aku mati. Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu.' Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang disenanginya. Bawalah itu kepada ayahmu supaya dimakannya agar dia memberkati engkau, sebelum ia mati.' Kemudian, Yakub berkata kepada Ribka, ibunya, ‘Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedangkari kulltku licin. Mungkin ayahku akan meraba aku, maka nanti ia akari menyangka bahwa aku mau memperolok-olok dia. Dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku dan bukan berkat.' Tetapi ibunya berkata kepadanya, Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku, dengarkan saja perkataanku. Pergilah ambil kambing-kambing itu.' Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya. Sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang disenangi ayahnya. Lalu Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah. Disuruh Yakub mengenakannya. Dan kulit anak kambing itu dibalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu. Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya."

Sukseslah rencana jahat tersebut dengan jalan memperdaya dan melakukan penipuan, kemudian Yakub mendapatkan barakah ayahnya, Ishak, hanya dengan usaha yang sama sekali tidak ada sulitnya. Setelah itu, Yakub pun meminum dan minuman yang ada dalam gelas yang telah dituangkan oleh saudaranya, Esau.
Demikianjuga setelah ia mencukupi masa kerjanya sebagai maskawin anak perempuannya paling kecil, Laban menipunya dengan cara mengawinkannya dengan anaknya yang paling besar. Kemudian, ia menikahkannya dengan anaknya yang paling kecil tadi dengan maskawin dia bekerja selama tujuh tahun seperti yang sudah dijalaninya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban, ‘Berikanlah kepadaku bakal istriku itu, sebab jangka waktuku telah genap supaya aku akan kawin dengan dia. Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu dan mengadakan perjamuan. Akan tetapi, pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun menghampiri dia. Lagi pula Laban memberikan budak perempuannya yang bernama Zilpa kepada Lea untuk dijadikan budaknya. Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Berkatalah Yakub kepada Laban, ‘Apakah yang engkau perbuat terhadap aku ini? Bukankah aku mendapat Rahel bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?' Jawab Laban, Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu danpada kakaknya. Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini, kemudian anakku yang lain pun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi. Maka Yakub berbuat demikian."

Kemudian, Yakub bermaksud melakukan balas dendam kepada Laban dengan cara yang sangat cerdik sekali. Sementara itu Laban sudah berniat akan menghadiahkan kepada Yakub karena keikhlasannya itu dan menjadikannya sebagai pelayan tetapnya serta memberikan kebebasan kepadanya untuk menentukan berapa pun besar upah yang diinginkannya. Akhirnya Yakub meminta semua kambing yang bintik-bintik dan belang-belang, semua domba jantan yang berwarna gelap dan kambing kacangan yang berwarna belang dan bintik-bintik sebagai upahnya, Laban pun menyetujuinya.

Untuk lebih jelasnya, manilah kita baca rencana jahat Yakub yang telah dipersiapkannya untuk menipu tuannya, Laban.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu Yakub mengambil dahan hijau dan pohon hawar, pohon badang, dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbenang-benang, sampai yang putihnya kelihatan. Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum domba, tepat di depan domba itu. Adapun domba itu suka bersetubuh saat datang waktu minum. Jika kambing domba itu bersetubuh dekat dahan-dahan itu, maka anaknya berbintik-bintik dan berbelang. Kemudian, Yakub memisahkan domba-domba itu. Dihadapkannya kepala-kepala domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di antara kambing domba Laban. Demikianlah Ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempatkannya pada domba Laban. Apabila bersetubuh domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata domba itu supaya bersetubuh di dekat dahan-dahan itu. Apabila datang domba yang lemah, tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi, hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub. Sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan mempunyai banyak domba, budak perempuan dan laki-laki, unta, serta keledai.

Musa versi Taurat belajar tentang seni menipu dan mencuri ini dari kakeknya, Yakub, sebagaimana yang digambarkan oleh Tuhan Yahudi dalam kitabnya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini sehingga apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa, tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak, emas, dan kain-kain yang akan kamu kenakan kepada anak laki-laki dan perempuanmu. Demikianlah, kamu akan merampas orang Mesir itu.

Lalu bangsa itu mengangkat adonannya sebelum diragi, dengan tempat adonan terbungkus dengan kain di atas bahunya. Orang Israil melakukan juga seperti kata Musa. Mereka rmeminta dari orang Mesir emas, perak, serta kain-kain. Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampas orang Mesir itu...."

Tuhan Yahudi ini sungguh mengherankan. Dia menghalalkan pencurian yang dilakukan bangsa pilihan-Nya terhadap harta orang lain selain bangsa pilihan-Nya. Dia juga telah mengatur langkah yang sangat jitu dan lengkap sekali yang Dia lakukan karena orang lain.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Sebab, Tuhan Allahmu membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik. Suatu negeri dengan sungai, mata air, dan danau yang keluar dan lembah-lembah dan gunung-gunung. Suatu negeri dengan gandum dan selainya, dengan pohon anggur, pohon ara, dan pohon delimanya. Suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya. Suatu negeri yang engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, engkau tidak akan kekurangan apa pun. Suatu negeri yang batunya mengandung besi dan dan gunungnya akan kau gali tembaga.... Hati-hatilah supaya engkau jangan melupakan Tuhan Allahmu. Janganlah kau katakan dalam hatimu, ‘Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.' Haruslah engkau ingat kepada Tuhan Allahmu sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkannya dengan sumpah kepada nenek moyangmu seperti sekarang ini!."

Salah satu sumber kekuatan yang diberikan Yahua kepada bangsa pilihan-Nya adalah menghalalkan perampasan harta orang lain dengan jalan riba, janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apa pun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga supaya Tuhan Allahmu memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya..

Watak tamak, rakus, dan sangat mengagung-agungkan harta merupakan sifat asli pada diri orang-orang Yahudi semenjak diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia menetapkan sifat tersebut dalam hati-hati mereka sehingga menumbuhkan rasa cinta terhadap emas dan perak.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, ‘Katakanlah kepada orang Israil supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus. Dan setiap orang yang terdorong hatinya haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu. Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, linen halus, bulu kambing, kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba, dan kayu penaga. Minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan, ukupan dan wangi-wangian, perrnata krisopras, permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada. Mereka harus membuat tempat kudus bagiku supaya aku akan diam di tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang kutunjukkan kepadamu sebagai contoh kernah suci dan sebagai contoh perabotannya. Demikianlah kamu harus membuatnya."

Kecintaan mereka terhadap emas ini mencapai derajat penyembahan. Mereka membuat seekor lembu dari bahan emas, kemudian mereka menyembahnya. Lalu turunlah kitab Taurat yang kemudian mengada-ada, yaitu menisbatkan pembuatan lembu emas kepada Nabi Harun Alaihissalam.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu berkatahah Harun kepada mereka, ‘Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga istrimu, anak laki-lakimu, dan anak perempuanmu. Bawalah semuanya kepadaku.' Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah anak lembu tuangan. Kemudian, berkatalah mereka, ‘Hai Israil! Inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!' Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mazbah di depan anak lembu itu.

Demikian juga dengan para imam Yahudi, mereka sangat mencintai emas. Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika tabut Tuhan itu ada di daerah orang Palestina, maka orang Palestina itu memanggil para imam dan para petenung, lalu berkata kepada mereka, ‘Apakah yang harus kami lakukan dengan tabut Tuhan itu? Beritahukanlah kepada kami bagaimana harus mengantar kembali ke tempatnya.' Lalu kata mereka, ‘Apabila kamu mengantar tabut Allah Israil itu, maka janganlah karnu mengantarnya dengan tangan hampa, melainkan hanuslah kamu membayar tebusan salah kepada-Nya, maka kamu akan menjadi sembuh dan kamu akan mengetahui, mengapa tangan-Nya tidak mundur daripadamu.... Setelah itu, bertanyalah mereka, ‘Apakah tebusan salah yang harus kami bayar kepadanya?' Jawab mereka, ‘Menurut jumlah raja-raja kota dan orang Palestina, lima borok emas dan lima tikus emas. Sebab, itulah yang sama menimpa kamu sekalian dan raja-raja kotamu. Jadi, buatlah gambar borok-borokmu dan gambar tikus yang merusak tanahmu, dan sampaikanlah hormatmu kepada Allah Israll. Mungkin ia akan mengangkat darimu, dan Allahmu, dan dari tanahmu."

Pada hari besar mereka, pada zaman pemerintahan Sulaiman, tampaklah kebesaran perhatian mereka terhadap emas yang melebihi perhatian mereka terhadap segala-galanya. Demikian juga dengan Haikal mereka yang keagungan dan kesuciannya memenuhi semua halaman dalam kitab mereka, yang bangunannya berbentuk bangunan biasa. Tidak ada sama sekali suatu yang menarik dalam arsitekturnya. Tidak ada keindahan dan kesenian sama sekali, hariya timbunan emas yang digunakan untuk membuat bangunannya itu saja yang berharga.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Adapun emas yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat 666 talenta, belum terhitung yang didapat dari saudagar-saudagar dan dari pedagang-pedagang dan dari semua raja Arab dan penguasa di negeri itu. Raja Salomo membuat dua ratus perisai besar dari emas tempaan. Enam ratus syikal emas dipakainya untuk setiap perisai besar. Ia membuat juga tiga ratus perisai kecil dari emas tempaan, tiga mina emas dipakainya untuk setiap perisai kecil. Kemudian, Raja menaruh semua itu di dalam gedung, di hutan Lebanon. Raja juga membuat tahta besar dari gading, yang disalutnya dengan emas tua...."

8. Merendahkan Martabat dan Mengadakan Perbudakan
Kitab Taurat telah mensyariatkan hukum hamba dan perbudakan sebelum hukum itu dikenal oleh sejarah, baik sejarah lama maupun sejarah yang sekarang ini. Bangsa pilihan dalam pandangan kitab ini adalah sebagai tuan dan seluruh bangsa lainnya di dunia ini selain mereka adalah sebagai budak yang melayani tuan Yahudi untuk selama-lamanya. Semenjak zaman Nuh, Taurat sudah menghalalkan perbudakan dan mempersilahkan bangsa pilihannya untuk menjadikan bangsa Kanaan sebagai budak mereka hanya karena hal yang sepele. Ini merupakan hukum zalim yang sangat mengherankan.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Nuh menjadi petani. Dialah yang mula-mula membuat kebun anggur. Setelah Ia minum anggur, mabuklah ia, dan Ia telanjang dalam kemahnya. Maka Ham, bapak Kanaan itu melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur. Mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya, berkatalah ia, ‘Terkutuklah Kanaan. Hendaklah Ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya. Katanya, ‘Terpujilah Tuhan Allah Sem. Akan tetapi, hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya. Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah Ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya."

Taurat juga menggambarkan Nabi Yusuf Alaihissalam sebagai seorang penjajah pintar. Karena kemiskinan bangsa Mesir, Ia pun membeli tanah Mesir beserta penduduknya untuk Fir'aun, dengan menukarkan emas dan binatang ternak dengan noti yang dapat mencegah kematian mereka.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya, ‘Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami.' Mengapa kami harus mati di depan matamu, baik kami maupun tanah kami? Belilah kami dan tanah kami sebagai ganti makanan, maka kami dan tanah kami akan menjadi hamba kepada Fir'aun. Kemudian, Yusuf membeli segala tanah orang Mesir untuk Fir'aun sebab orang Mesir itu masing-masing menjual ladangnya karena berat kelaparan itu menimpa mereka. Demikianlah negeri itu menjadi milik Fir'aun. Dan tentang rakyat itu, diperhambakannyalah mereka di daerah Mesir dan ujung yang satu sampai ujung yang lain. Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu, ‘Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Fir'aun."

Daud versi Taurat adalah seorang yang bertindak sewenang-sewenang. Dia rnemperbudak orang-orang Yahudi dan juga yang lainnya. Pembantu-pembantunya yang selalu bergantian melayaninya berjumlah 24.000 orang setiap bulan. Setelah dihitung, jumlah semua pembantu yang mendapat kehormatan melayani anak Tuhan, yaitu Daud (versi Taurat) berjumlah 288.000 orang. Setelah kematian Daud, Sulaiman versi Taurat menikrnati dan mengembangkan peraturan perbudakan yang telah diwariskan oleh bapaknya, Daud. Ia kemudian menjajah anak-anak bangsa Palestina yang lolos dari penyembelihan dan pembantaian. Dijadikannya mereka sebagai budak-budak dalam pembangunan Haikal. Disebutkan dalam kitab mereka, "Semua orang yang masih tinggal dari orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus yang tidak termasuk orang Israil, yakni mereka yang masih tinggal di negeri itu dan keturunan bangsa-bangsa itu dan yang tidak dapat ditumpas oleh orang Israil, merekalah yang dikerahkan Salomo untuk menjadi budak. Demikianlah mereka sampai hari ini. Tetapi orang Israil tidak ada yang dijadikan budak oleh Salomo, melainkan mereka menjadi prajurit, pegawai, pembesar, perwira, atau panglima atas pasukan kereta dan pasukan berkuda. . Salomo memerintahkan untuk mendirikan suatu rumah bagi nama Tuhan dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri. Salomo mengerahkan tujuh puluh ribu kuli, delapan puluh ribu tukang paha di pegunungan, dan tiga ribu enam ratus mandor untuk mengawasi mereka itu."

Semua budak yang berasal dan bangsa Palestina berjumlah 153.600 orang. Bagaimana kita bisa mencela Sulaiman dan Daud versi Taurat ini apabila Tuhannya orang Israil menghalalkan perbudakan dan memerintahkannya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Karena mereka itu (bangsa Israil) adalah hamba-hambaku yang Ku-bawa keluar dari tanah Mesir. Janganlah mereka dijual seperti orang menjual budak Janganlah engkau memerintah mereka dengan kejam, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, tetapi budakmu laki-laki atau perempuan yang boleh engkau miliki adalah dari antara bangsa-bangsa yang di sekelilingmu, hanya dari antara merekalah kamu boleh membeli budak laki-laki dan perempuan. Juga dari antara anak-anak pendatang yang tinggal di antanamu, boleh kamu membelinya. Mereka yang tinggal di antaramu, yang dilahirkan di negenimu, boleh kamu membelinya. Orang-orang itu boleh menjadi milikmu. Kamu harus membagikan mereka sebagai milik pusaka kepada anak-anakmu yang kemudian supaya diwarisi sebagai milik. Kamu harus memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya. Tetapi atas saudara-saudanamu, orang-orang Israil, janganlah memerintah dengan kejam."

Selain itu, Taurat juga menyeru kepada perbudakan abadi. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tetapi apabila dia berkata kepadamu, ‘Aku tidak mau keluar meninggalkan engkau karena Ia mengasihi engkau dan keluargamu, baik perlakuannya padamu. Engkau harus mengambil sebuah penusuk dan penindik telinganya pada pintu sehingga Ia menjadi budakmu untuk selama-lamanya. Demikian juga kau perbuat kepada budak perempuanmu."

Taurat tidak merasa cukup hanya dengan perbudakan yang dilakukan bangsa Israil terhadap bangsa Palestina. Bahkan, dia menggiring seluruh bangsa dari umat manusia dan menjadikan mereka sebagai budak bangsa Israil.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Beginilah firman Tuhan Allah, ‘Lihat, Aku akan mengangkat tangan-Ku sebagai tanda untuk bangsa-bangsa dan memasang panji-panji-Ku untuk suku-suku bangsa, maka mereka akan menggendong anak laki-laki dan anak perempuanmu, akan didukung di atas bahunya. Raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu."

"Orang-orang asing akan membangun tembokmu dan raja-raja mereka akan melayani engkau. Sebab, dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau. Namun, Aku telah berkenan untuk mengasihi engkau. Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu dan raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan. Sungguh, bangsa dan kerajaan yang tidak mau mengabdi kepadamu akan lenyap."

9. Pendengki, Ingkar Janji, dan Suka Memperdaya
Sungguh banyak sekali pelajaran tentang sifat dengki, ingkar janji, dan suka memperdaya yang telah disebutkan secara mendetail dalam kitab Taurat. Semuanya dinisbatkan kepada nabi-nabi Yahudi. Kisah tentang anak-anak Yakub dengan Sikhem yang menikah dengan saudara perempuan mereka, merupakan pelajaran pertama dalam masalah moral kemanusiaan.

Setelah memperdaya dan menipu keluarga Sikhem dan meyakinkan bahwa dengan bersunat mereka akan diberikan saudara-saudara perempuan anak-anak Yakub untuk mereka peristri sehingga dengan itu mereka menjadi ipar dan mereka akan menjadi satu bangsa. Setelah Sikhem bersunat, anak-anak Yakub pun berbalik menyerang dan menumpas habis mereka.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu anak-anak Yakub menjawab Sikhem dan Hemor (ayahnya) dengan tipu muslihat karena Sikhem telah mencemari Dina, adik mereka itu. Berkatalah mereka kepada kedua orang itu, ‘Kami tidak dapat berbuat demiklan, memberikan adik kami kepada seorang laki-laki yang tidak bersunat sebab hal itu aib bagi kami. Hanyalah dengan syarat ini, kami dapat menyetujui permintaanmu. Kamu harus sama seperti kami, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat, barulah kami akan memberikan gadis-gadis kami kepadamu dan mengambil gadis-gadis kamu, maka kami akan tinggal padamu, dan kita akan jadi satu bangsa. Hemor dan Sikhem menyetujui usul mereka. Orang muda itu itu tidak bertangguh melakukannya sebab ia suka kepada anak Yakub. Lagi pula ia seorang yang paling dihormati di antara seluruh kaum keluarganya. Lalu pergilah Hemor dan Sikhem ke pintu gerbang kota dan berbicara kepada penduduk kota itu, ‘Orang-orang itu mau hidup damai dengan kita. Biarlah mereka tinggal di negeri ini dan menjalaninya dengan bebas. Bukankah negeri ini cukup luas untuk mereka? Kemudian, kita dapat mengambil gadis-gadis mereka menjadi istri kita dan kita dapat memberikan gadis-gadis kita kepada mereka.' Usul Hemor dan Sikhem didengarkan oleh semua orang yang datang berkumpul di pintu gerbang kota itu, lalu disunatlah setiap laki-laki, yakni setiap orang dewasa di kota itu. Pada hari ketiga, ketika mereka sedang menderita kesakitan, datanglah dua orang anak Yakub, yaitu Simeon dan Lewi, kakak-kakak Dma. Setelah masing-masirig mengambil pedangnya, mereka menyerang kota itu dengan tidak takut-takut serta membunuh setiap laki-laki. Hemor dan Sikhem juga dibunuh mereka dengan mata pedang, dan mereka mengambil Dma dari rumah Sikhem, lalu pergi. Kemudian, datanglah anak-anak Yakub merampas orang-orang yang terbunuh itu, lalu menjarah kota itu karena adik mereka telah dicemari. Kambing, sapi, keledai, dan segala yang di dalam dan di luar kota itu dibawa mereka. Segala kekayaannya, semua anaknya, dan perempuannya ditawan dan dijarah mereka, juga seluruhmya yang ada di rumah-rumah."

Tidak berapa lama setelah anak-anak Yakub mendapati bahwa ayah mereka Iebih mengutamakan Yusuf dengan kasih sayangnya, mereka pun membuat rencana jahat terhadap Yusuf dan memendam rasa dengki yang menguasai diri mereka. Akhirnya, mereka pun menjalankan perbuatan jahat yang telah lama mereka rencanakan. Mereka menjual saudara mereka dengan dua puluh perak.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu, ‘Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismail ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia karena ia saudara kita, darah daging kita.' Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. Ketika ada saudagar-saudagar Madian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismail itu dengan harga dua puluh syikal perak."

Sifat melanggar janji, mendengki, dan menipu ini turun-temurun kepada bani Israil semuanya. Mulai dan kalangan para nabi, raja, imam, hakim, dan panglima perang mereka, semuanya melakoni sifat ini. Taurat juga menggambarkan Daud yang merupakan Nabi mereka yang paling agung dan Raja mereka yang paling perkasa, sebagai seorang pendengki dan tukang penipu daya. Dia melakukan tipu daya terhadap bangsa Palestina yang telah melindungi dan menghormatinya ketika Ia lari dari kejaran musuhnya, Saul. Setelah kematian Saul, dan Daud pun diangkat menjadi raja, tersingkaplah tipu daya dan pelanggaran janjinya, dia memukul habis bangsa Palestina, yang menyangka kedatangan Daud untuk membalas budi baik mereka. Bangsa Palestina telah memberikan bendera kepemilikan kepadanya, lalu mereka gembira karena ia mau menerima bendera tersebut.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika didengar orang Palestina bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israil, maka majulah semua orang Palestina untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan. Ketika orang Palestina itu datang dan memencar di Lembah Refaim, bertanyalah Daud kepada Tuhan, ‘Apakah aku harus maju melawan orang Palestina itu? Akan kau serahkankah mereka ke dalam tanganku?' Tuhan menjawab Daud, ‘Majulah sebab aku pasti akan menyerahkan orang Palestina itu ke dalam tanganmu.' Lalu, datanglah Daud di Baal Perasim dan memukul kalah mereka di sana."

Pada setiap tindakari tipu daya, Taurat pasti mengeluarkan perintah-periritah yang bersifat mendukung, menghalalkan, membenarkan, serta memerintahkan untuk melakukannya. Demikian juga dengan Daud versi Taurat, dia tidak akan melakukan tipu daya terhadap bangsa yang telah menolong dan melindunginya, kecuali setelah ia meminta persetujuan Tuhannya dan Tuhan orang-orang Yahudi. Kemudian, Dia pun memerintahkannya untuk menyerang Palestina.

Sebelum Daud mati, dia tidak lupa untuk berwasiat kepada anaknya, Sulaiman (versi Taurat) untuk membunuh para ketua dan para hakim dengan cara tipu daya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Engkau pun mengetahui apa yang dilakukan kepadaku oleh Yoab, anak Zeruya, maka bertindaklah dengan bijaksana dan janganlah biarkan yang ubanan itu turun dengan selamat ke dalam dunia orang mati. Juga masih ada padamu Simei bin Gera ... dan aku telah bersumpah kepadanya demi Tuhan. Takkan kubunuh engkau dengan pedang! Sekarang janganlah bebaskan dia dari hukuman sebab engkau seorang yang bijaksana dan tahu apa yang harus kau lakukan kepadanya untuk membuat yang ubanan itu turun dengan berdarah ke dalam dunia orang mati."

Setelah kematian ayahnya, Sulaiman tidak lupa untuk menjalankan apa yang telah diwasiatkan kepadanya. Dia memenuhi pemerintahannya dengan berbagai pertumpahan darah. Dia juga tega membunuh saudaranya sendiri, Edwin, dengan tipu daya. Setelah itu, dia juga membunuh Yoab sang panglima, walaupun ia sudah menyerah dan masuk ke dalam kemah Tuhan untuk melindungi dirinya. Yang jelas dia telah menjalankan sesuai dengan apa yang telah diwasiatkan ayahnya (Daud versi Taurat).

Kedengkian Tuhan Yahudi terhadap semua bangsa selain bangsa Yahudi sangatlah keras dan tidak bisa ditandingi.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Marilah mendekat, hal bangsa-bangsa. Dengar dan perhatikanlah hal suku-suku bangsa! Baiklah, bumi serta segala isinya mendengar, dunia dan segala yang terpancar daripadanya. Sebab, Tuhan murka atas segala bangsa dan hati-Nya panas atas segenap tentara mereka. Dia telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas dan menyerahkan mereka untuk dibantai. Orang-orangnya yang mati terbunuh akan dilemparkan, dan dari bangkai-bangkai mereka akan naik bau busuk Gunung-gunung akan kebanjiran darah mereka."

10. Menghalalkan segala Cara
Kitab Taurat membolehkan siapa saja untuk mendapatkan apa yang diiriginkannya dengan cara apa pun, meskipun cara tersebut bertentangan dengan etika. Seorang bernama Machiavelli, yang sering digunakan sebagai perumpamaan dalam masalah penghalalan segala cara untuk mendapatkan keinginan, adalah seorang yang memang benar-benar terzalimi. Sebab, prinsip ini pada dasarnya sudah ada dalam kitab Taurat. Dalam kitab itu disebutkan bahwa para nabi versi Taurat terlebih dahulu telah menerapkan prinsip ini beribu-ribu tahun yang lalu. Lihatlah Nabi Ibrahim Alaihissalam, ia digambarkan dalam Taurat sebagai seorang yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Keinginannya adalah hidup senang, walau harus mengorbankan harga diri dan kehormatannya. Kemudian, dinisbatkanlah kepadanya bahwa dia menyia-nyiakan kehormatannya karena takut kehidupannya akan terancam.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abraham ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing sebab kelaparan hebat melanda di negeri.... Pada waktu Ia akan masuk ke Mesir, berkatalah Ia kepada Sara, istrinya, ‘Memang aku tahu bahwa engkau adalah seorang perernpuan yang cantik parasnya. Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata, ‘Itu istrinya.' Jadi, mereka akan membunuh aku dan membiarkan kau hidup. Katakanlah bahwa engkau adikku supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.' Sesudah Abraham masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat bahwa perempuan itu sangat cantik, dan ketika punggawa-punggawa Fir'aun melihat Sara, mereka memuji-mujinya di hadapan Fir'aun sehingga perempuan itu dibawa ke istananya. Fir'aun menyambut Abraham dengan baik-baik karena Ia mengingini perempuan itu, dan Abraham mendapat kambing, lembu, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina, dan unta. La1u, Abraham berangkat dan situ ke tanah Negeb dan ia menetap antara Kedesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing. Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, ‘Dia saudaraku', maka Abi Melekh, Raja Gerar, menyuruh mengambil Sara. Kemudian, Abi Melekh mengambil kambing, lembu, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham. Istri Abraham juga dikembalikan kepadanya."

Demikian juga yang dilakukan oleh Ishak bin lbrahim ketika ia diperintahkan oleh Tuhannya untuk mengasingkan diri ke negeri Gerar.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang istrinya, berkatalah Ia, ‘Dia saudaraku.' Sebab, ia takut mengatakan, ‘Ia istriku.' Pikirnya, ‘Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka elok parasnya.' Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abi Malekh, Raja orang Palestina itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbu dengan Ribka, istrinya. Lalu, Abi Malekh memanggil Ishak dan berkata, ‘Sesungguhnya dia istrimu. Kenapa engkau berkata, ‘Dia saudarakau?' Jawab Ishak kepadanya, ‘Karena pikirku, ‘Jangan-jangan aku mati karena dia."

Dalam pandangan nabi-nabi versi Taurat, tujuan dapat menghalalkan segala cara. Jadi, kenapa para raja tidak menerapkannya? Lihatlah apa yang telah dilakukan Ahab, Raja Samirah. Dia merasa kagum dengan kebun anggur tetangganya, maka Ia pun berusaha untuk membelinya. Namun, Nabot tidak mau menjual kebun anggur warisan dari ayahnya tersebut, maka sedihlah hati Ahab karena keengganan Nabot menjual kebun anggur tersebut kepadanya. Setelah melihat kesedihan yang dialami suaminya, segera Izebel membantu menghilangkan kesedihan suaminya. Dia lalu membuat makar dan tipu daya yang dapat mengantarkan suaminya kepada apa yang diinginkannya. Setelah itu, Izebel pun mulai melaksanakan rencana busuknya. Dia memanggil dua orang laki-laki agar keduanya bersedia memberi persaksian bahwa Nabot telah mengutuk Allah dan juga mengutuk Raja. Kemudian, para imam melemparinya dengan batu sampai mati sehingga dengan demikian Ahab bisa menguasai kebun anggur Nabot.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Orang-orang sekotanya, yakni petua dan pemuka yang diam di kotanya itu melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka. Mereka memaklumkan kuasa dan menyuruh Nabot paling depan di antara rakyat. Kemudian, datanglah dua orang, yakni orang-orang Dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang Dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat. Katanya, ‘Nabot telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu, mereka membawa dia keluar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati. Segera sesuclah Izebel mendengar bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab, ‘Bangunlah. Arnblllah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi, Ia sudah mati.' Segera sesudah Ahad mendengar bahwa Nabot sudah mati, Ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambli kebun itu menjadi millknya."

Taurat, kitab orang-orang Yahudi juga mensyariatkan siasat pengintaian dan menjadikan siasat ini sebagai bagian yang mendasar sekali dalam kehidupan mereka. Dan sepertinya kalimat ‘mengintai' tidak pernah keluar dari mulut salah seorang pun di dunia ini sebelum keluar dan mulut Tuhan orang-orang Yahudi.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Tuhan berfirman kepada Musa, ‘Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israil, dan setiap suku nenek moyang mereka haruslah kau suruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka. Lalu, Musa menyuruh mereka dari Gurun Paran, sesuai dengan titah Tuhan, ‘Semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang IsraiI.' Setelah itu, Yosua meneruskan langkahnya menuju Yerikho dengan cara mengutus dua orang pengintai. Dia bekerja sama dengan Rahab, seorang pezina yang dirahasiakannya terhadap Raja Yerikho dan panglima-panglimanya. Kemudian, Yosua puh mengupah pezina tersebut atas jasa-jasanya serta membiarkannya hidup tanpa bangsa Yerikho yang telah ditumpasnya bersama-sama dengan pasukannya."

Disebutkan dalam kitab mereka, "Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang ada di kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba, dan keledai. Tetapi kepada kedua orang mengintai negeri itu, Yosua berkata, ‘Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah keluar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang pernah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya.' Lalu, masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa keluar Rahab, anaknya, ibunya, saudara-saudaranya, dan semua orang yang bersama-sarna dengan dia. Bahkan, seluruh kaumnya dibawa mereka keluar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar perkemahan orang Israil. Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api."

Kemudian, raja-raja dan para nabi Israil memanfaatkan siasat mengintai ini seluas-luasnya. Bahkan, Raja Daud menggunakan Yonatan bin Saul sebagai pengintai untuk mengintai gerak-gerik ayahnya. Demikian juga dengan Absalom telah mengutus banyak sekali pengintai-pengintai dari cucu-cucu bangsa lsrail.

 11. Pengecut dan Munafik
Taurat Yahudi telah menetapkan terhadap bangsa pilihan sifat pengecut yang asli dan sifat munafik yang murni sekali. Tatkala Musa Alathissalam menggiring mereka dari negeri Mesir, kemudian mereka mehihat orang-orang Mesir mengejar mereka dari arah belakang, timbuhlah rasa takut yang amat sangat dalam diri mereka.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu sangat ketakutanlah orang-orang Israil dan mereka berseru-seru kepada Tuhan, dan mereka berkata kepada Musa, ‘Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kau perbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir, ‘Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir daripada mati di gurun ini.' Akan tetapi, berkatalah Musa kepada bangsa itu, ‘Janganlah takut ... Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."

Ketika para pengintai yang dikirim Musa untuk menyelidiki dan mencari informasi tentang keadaan bangsa itu kembali, mereka menyebarkan desas-desus bahwa negeri yang mereka intai tersebut adalah negeri yang tandus, masyarakatnya adalah orang-orang yang keras, perkasa, dan tak tertandingi.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. Bersungut-sungutlah semua orang Israil kepada Musa dan Harun, dan segenap umat itu berkata kepada mereka, ‘Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir atau di padang gurun ini! Mengapakah Tuhan membawa kami ke negeri ini supaya tewas oleh pedang, dan istri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?' Salah seorang di antara mereka berkata kepada yang lain, ‘Baiklah, kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir."

Taurat menyebutkan bahwa jumlah pasukan yang bergerak maju bersama Musa dan Yosua adalah sangat besar sekali.

Disebutkan dalam Shah Pertama dalam Safar Bilangan bahwa.pasukan yang keluar untuk berperang pada waktu itu mulai dan usia dua puluh tahun ke atas berjumlah 603.555 orang. Kita ketahui bahwa bangsa Palestina, khususnya penduduk Yerikho, jumlah mereka sangat sedikit sekali dan tidak menyadari serta tidak siap menghadapi gerakan mendadak ini sehingga dengan demikian kita dapat mengetahui bagaimana sifat pengecut ini telah menguasai hati orang-orang Yahudi.

Tidak diragukan lagi bahwa pembaca kitab Taurat akan merasa heran ketika disebutkan kalimat "Tuhan Pasukan', Tuhannya orang-orang Yahudi. Disebutkan dalam sebagian besar halaman kitab Taurat bahwa sebagai seorang pasukan yang perkasa dan bangsa pilihannya, ternyata penyebutan ini termasuk salah satu yang menunjukkan kebenaran sifat pengecut yang ada pada diri orang-orang Yahudi. Khususnya lagi dan sela-sela semua peperangan yang dilakukannya, yang merupakan lambang kekerasan, kekejaman, dan kebiadaban.

12. Cerdik dan Tidak Tahu Berterima Kasih
Isi kitab Taurat versi Yahudi membawakan tabiat orang-orang Yahudi yang cerdik dan tidak tahu berterima kasih dalam membalas kebaikan orang lain. Kisah Yusuf di negeri Mesir yang disebutkan dalam kitab Taurat, mengungkap kejelekan orang-orang Yahudi, kecerdikan, dan ketidaktahuan mereka membalas kebaikan orang lain. Kisah ini dimulai dan hari-hsri Yusuf dapat menguasai Mesir dan penduduknya karena pengaruhnya terhadap Fir'aun, dan wabah kelaparan yang menimpa seluruh negeri Kanaan. Semuanya itu menyebabkan Yusuf dapat menolong bapak beserta saudara-saudaranya dan menyelamatkan mereka dari wabah kelaparan serta membekali mereka dengan harta, makanan, anak-anak sapi, dan hewan-hewan yang dikendarai untuk mengangkut mereka ke negeri Mesir.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu berangkatlah Yakub dan Ber Syeba. Anak-anak Israil membawa Yakub beserta anak dan istri mereka. Mereka menaiki kereta yang dikirim Fir'aun untuk menjemputnya. Mereka membawa juga ternaknya dan harta bendanya, yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan, lalu tibalah mereka di Mesir."

Ketika Yusuf versi Taurat menemui mereka, dia sepakat dengan mereka untuk mengatakan di depan Fir'aun bahwa mereka adalah para pengembala domba dan ahli dalam bidang peternakan agar Fir'aun menempatkan mereka di tempat terpencil, yaitu Gosen. Ini adalah siasat yang memang merupakan akhlak orang-orang Yahudi yang bersumber dari kebohongan, tinggi hati, suka menyendiri, dan membenci bangsa lain seluruhnya. Karena Fir'aun pada waktu itu adalah seorang yang cerdas lagi murah hati, ia pun memberikan apa yang mereka inginkan.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu berkatalah Fir'aun kepada Yusuf, ‘Ayahmu dan saudara-saudaramu telah datang kepadamu. Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosen. Jika engkau tahu di antara mereka ada orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku.' Yusuf menunjukkan kepada ayah dan saudara-saudaranya tempat untuk menetap dan memberikan kepada mereka tanah di Mesir, di tempat yang terbaik di negeri itu, di tanah Ramses, seperti yang diperintahkan Fir'aun. Dan Yusuf merawat ayahnya, saudara-saudaranya, dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jumlah anak-anak mereka."

Bani Israil terus tumbuh dan bertambah banyak di tanah Mesir karena kebebasan mereka menikmati segala kebaikan yang mereka dapatkan. Mereka tinggal dengan tenang di bawah naungan pengaruh Yusuf dan keluhurannya, bahkan sampai ia mati. Sehubungan dengan itu, wajar apabila Fir'aun baru merasa khawatir karena jumlah mereka yang begitu banyak. Untuk itulah kemudian dia mengumpulkan mereka semua dan menyerahkan kepengurusan mereka kepada diri mereka sendiri.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir yang tidak mengenal Yusuf. Berkatalah raja kepada rakyatnya, ‘Bangsa Israil itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya daripada kita. Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap meraka supaya mereka jangan bertambah banyak lagi ... jangan nanti bersekutu dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dan negeri mi."

Kemudian, muncul kisah Musa dengan Fir'aun. Kisah ini dibawakan oleh kitab Taurat dengan metode yang tumbuh dan sifat ingkar yang sangat jelas sekali, yang dapat membuat pembaca merasa pnihatin dan sedih terhadap nasib Fir'aun yang zalim, bukan terhadap Musa dan bani Israil yang tertindas.

Siapa yang tidak akan merasa kasihan tenhadap Fir'aun versi Taurat. Dalam kitab mereka itu dia digambarkan sebagai seorang yang tertarik dan merasa prihatin terhadap bangsa yang tak berdosa, ramah, dan suka menjamu tamu, diazab Tuhan Yahudi. Dia menumpahkan kemarahan dan murka-Nya kepada mereka. Dia juga menimpakan kepada bangsa Mesir berbagai macam wabah dan bencana.

Tuhan Yahudi menumpas bangsa Mesir demi memenuhi watak jahat Yahudi yang tak tahu berterima kasih. Dialah Tuhan yang mewahyukan kepada Daud versi Taurat untuk menipu orang-orang Palestina yang telah melindungi dan menjaganya ketika dia sangat membutuhkan perlindungan dan pertolongan. Dan ketika ia telah menjadi seorang raja, dia tidak mengakui mereka, mengingkari kebaikan mereka, dan tidak berterima kasih atas bantuan mereka. Bahkan, Ia menumpas dan memperbudak mereka.

13. Penjajah dan Menguasai
Hampir semua asfar dan ishah tarot tidak lepas dari penjelasan dan keterangan tentang watak dan sifat penjajah pada diri orang-orang Yahudi. Sifat yang sudah terpendam dalam jiwa-jiwa mereka semenjak hari pertama mereka berada. Bahkan, sebelum janji-janji ketuhanan dan "Tuhan tentara". Semua janji-janji yang terus berlipat dan berkembang karena sifat dan watak ini, untuk mengenyangkan nafsu gila yang menyala-nyala, tidak mungkin untuk diobati atau diredam.

Dan pengkajian kita terhadap kitab Taurat, tampaklah di hadapan kita bahwa setelah hukum Yahudi menguat di salah satu pegunungan Palestina, yaitu Yerussalem dan Samirah, di atas reruntuhan bangsa Palestina sang pemberani, Raja Daud mengumumkan bahwa Tuhan Yahudi memenintahkannya untuk mendirikan rumah tempat dia menetap. Sesungguhnya Tuhan Yahudi telah memilih Yerussalem sebagai tempat tinggal-Nya karena Dia menginginkannya.

Namun, karena kesibukannya menghadapi berbagai peperangan, Daud versi Taurat mengumumkan bahwa ia tidak bisa meneruskan pembangunan itu. Dengan demikian berpindahlah tanggung jawab pembangunan tersebut kepada anaknya, Sulaiman. Oleh karena itu, ketika Sulaiman versi Taurat menjadi raja, pun melaksanakan wasiat Daud yang merupakan perintah "Tuhan tentara", yaitu Tuhannya orang-orang Yahudi. Dimulailah pembangunan Haikal Sulaiman. Pembangunan ini merupakan suatu kezaliman, penjajahan, dan penguasaan yang paling keras dalam sejarah.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu Salomo menghitung semua orang asing laki-laki yang ada di negeri Israil, sama seperti yang pernah dilakukan Daud, ayahnya. Maka terdapatlah 153.600 orang. Di antara mereka, 70.000 dijadikan kuli, 80.000 orang tukang pahat di pegunungan, dan 3.600 orang mandor yang harus menyuruh orang-orang itu bekerja."

Janganlah para pembaca heran ketika mengetahul bahwa Haikal yang merupakan bukti kemalangan dan kesengsaraan, khususnya terhadap bangsa Yahudi dan terhadap harkat kemanusiaan pada umumnya, dibangun oleh arsitek-arsitek Lebanon yang bekerja sama dengan para pekerja Palestina. Bahan bangunannya terutama kayu aras didatangkan dari hutan-hutan Lebanon, para pekerjanya adalah para seniman yang ahli dalam pengolahan emas dan perak juga dari Lebanon. Dalam pembangunan ini, Sulaiman, bani Sulaiman, serta bani Israil tidak mempunyai andil sama sekali, kecuali hanya memakainya saja sebagai tempat melaksanakan ibadah yang memiliki cara pelaksanaan yang sangat mengherankan, seperti pembakaran lemak-lemak kurban, yang membumbungkan aroma khasnya sepanjang siang dan malam, demi memenuhi nafsu dan keinginan Yahua menghirup aroma bakaran hewan-hewan kurban tersebut.

Kisah Haikal Sulaiman dan penaklukan tenhadap bangsa-bangsa untuk membangun kembali bangunan ini terus berjalan. Pada zaman Koresh, Raja Persia, dia rnengizinkan bani Israil dan melepaskan mereka dari tawanan serta menyerahkan kepada mereka sumber daya alam milk negara untuk digunakan sebagai dana pembangunan kembali Haikal. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan harta kerajaan, yaitu upeti yang datang dan seberang sungai, diberikan sebagai dana kepada mereka agar mereka tidak membatalkan rencana pembangunan kembali Haikal itu. Demikian juga apa yang mereka butuhkan dan berbagai jenis binatang ternak, seperti, sapi-sapi jantan, domba, dan lembu-lembu sebagai persembahan bakaran untuk Tuhan langit. Demikian juga gandum, garam, anggur, dan minyak, sesuai dengan apa yang dikatakan para imam yang berada di Yerussalem. Semua kurban bakaran ini harus diberikan kepada mereka setiap hari, sampai mereka tidak merasa tenang. Aku telah mengeluarkan perintah bahwa setiap orang harus mengambil sebuah kayu dari rumahnya. Kemudian, digantungkan padanya salib, kemudian menempatkan sebuah mazbah dalam rumahnya sebagal tempat kayu ini."

Pada zaman pemerintahan Artahsasta, muncul seorang imam bernama Ezra. Imam ini telah berhasil mendekati raja dan mendapatkan sebuah surat yang merupakan surat pelimpahan kekuasaan paling mengherankan dan merupakan Sebuah tipu daya. Selain surat itu, dia juga mendapatkan perintah penguasaan terhadap para hakim dan wali-wali, mulai dan Babilonia sampai Yerussalem agar mereka mengolah sumber daya alam dan kekayaan negara di bawah peraturannya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Aku telah mengeluarkan perintah bahwa setiap orang di dalam kerajaanku yang termasuk orang Israil awam, atau para imamnya, atau orang-orang Lewi, dan yang rela pergi ke Yerussalem, boleh turut pergi dengan engkau. Oleh karena engkau disuruh raja serta ketujuh orang penasihatnya untuk mengadakan penyelidikan mengenai Yehuda dan Yerussalem dengan berpedoman kepada hukum Allahmu yang menjadi peganganmu. (untuk membawa perak dan emas yang diberikan raja serta para penasihatnya sebagai persembahan sukarela kepada Allah Israil, yang tempat kediamannya di Yenussalem. Oleh karena itu, haruslah engkau dengan seksama memakai uang itu untuk membeli lembu-lembu jantan, domba-domba jantan, anak-anak domba dengan kurban sajiannya dan kurban curahannya. Haruslah semuanya itu kupersembahkan di atas mazbah di rumah Allahmu yang ada di Yerussalem. Tetapi apa yang dianggap baik olehmu dan oleh saudara-saudaramu untuk diperbuat dengan perak dan emas yang selebihnya, boleh kamu penbuat sesuai dengan kehendak Allahmu. Hanya perlengkapan-perlengkapan yang diserahkan kepadamu untuk ibadah di rumah Allahmu, sampaikanlah itu ke hadapan Allah di Yenussalem. Dan yang lain masih diperlukan unituk rumah Allahmu, yang pembayarannya menjadi tanggunganmu, itu boleh kau bayar dari perbendaharaan kerajaan. Kemudian, Raja Artahsasta mengeluarkan penintah kepada semua bendahara di daerah seberang Sungai Eufrat, ‘Segala yang diminta darimu oleh Imam Ezra, ahli Taurat Allah semesta langit, haruslah dilaksanakan dengan seksama, dengan memakai perak sampai jumlah seratus talenta, gandum sampai jumlah seratus kon, anggur sampai jumlah seratus bat, dan garam tidak terbatas....' Lagi pula kami beritahukan kepadamu bahwa tidaklah sah bila para imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang, budak di Rumah Allah, dan para hamba Rumah Allah dikenakan pajak, upeti, atau bea.

Tindakan pemanfaatan kesempatan ini terus berulang sampai ketika muncul Imam Nehamia. Imam ini telah melakukan penipuan terhadap raja dengan cara menangis di hadapan Raja karena sedih dengan nasib yang dialami bangsa Israil di Yenussalem, yang sedang menunggu pertolongannya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Berkatalah aku kepada Raja, ‘Jika Raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi penguasa-penguasa di daerah seberang Sungai Eufrat supaya mereka memperbolehkan aku tiba di Yehuda. Juga sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman Raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng Rumah Suci, untuk tembok kota, dan untuk rumah yang akan kudiami' Raja mengabulkan permiritaanku itu karena tangan Allahku yang murah mellndungi aku."
Sebenarnya, Nehemia tidaklah setuju dengan penyerahan harta milik negara digunakan untuk melayani kebutuhan orang-orang Yahudi dan mernbangun kembali Haikal yang kemudian membumbungkan asap bakaran kurban-kurban yang dipersembahkan kepada Tuhan Yahudi yang tinggal di Yerussalem.

Adapun penguasaan Yahudi terhadap bangsa lain di dunia, merupakan hal yang biasa. Kejahatan ini mereka katakan sebagai suatu kebenaran yang telah ditetapkan oleh Tuhan orang-orang lsrail.

Disebutkan dalam kitab mereka, ‘Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu. Anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anak perempuanmu digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati sebab kekuasaan dari seberang laut akan beralih kepadamu. Kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.... Engkau akan menghisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan.... Sebagai ganti tembaga, aku akan membawa emas. Sebagai ganti besi, aku akan membawa perak; sebagai ganti kayu, tembaga, batu, dan besi....

Lalu Tuhan mengulurkan tangannya dan menjamah mulutku. Tuhan berfirman kepadaku, ‘Sesungguhnya, aku menaruh perkataan-perkataanku ke dalam mulutmu. Ketahuilah bahwa pada hari ini aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan. . ..

14. Pendusta
Perbuatan dusta dalam Taurat merupakan salah satu masalah yang banyak sekali dijumpai oleh para pembaca, dalam lembaran-lembaran kitab Perjanjian Lama yang tebalnya mencapai 1.358 halaman. Dusta dan kebohongan dalam kitab ini banyak sekali ragamnya. Semuanya menggambarkan keadaan kejiwaan orang-orang Yahudi yang sakit dan imajinasi mereka yang payah serta keadaan akal mereka yang lemah. Mereka percaya dengan khurafat dan tipuan sulap. Telah kita jelaskan pada bab-bab awal dalam pasal ini, tentang janji-janji palsu yang banyak sekali, yang dihiasi dengan kebohongan-kebohongan oleh para pembual Yahudi. Oleh karena itu, kami akan memaparkan bentuk lain dan kebohongan yang sudah jelas ini, yang sama sekali tidak bisa diterima oleh akal anak kecil sekalipun. lnilah Taurat yang telah berbuat kebohongan dengan lidah Yosua....

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu Yosua berbicara kepada Tuhan, pada hari Tuhan menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israil. Dia berkata di hadapan orang Israil, ‘Matahari, berhentilah di atas Gibeon. Dan engkau, bulan, di atas Lembah Ayalon!' Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam kitab orang jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Belum pernah ada sehari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian. Tuhan mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian sebab yang berperang untuk orang Israil ialah Tuhan."

Dalam kisah Simson, kitab Taurat telah banyak sekali melakukan kebohongan. Disebutkan bahwa dalam satu kesempatan, dia dapat menangkap tiga ratus ekor anjing hutan, lalu dia mengikat ekor-ekor anjing hutan itu dengan obor-obor yang kemudian membakar tanaman-tanaman milik orang-orang Palestina.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Maka, pergilah Simson. Ditangkapnya tiga ratus anjing hutan. Diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor. Kemudian, dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yang belum dituai, kepunyaan orang Palestina. Terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum, gandum yang belum dituai, dan kebun-kebun zaitun." Juga kekuatannya yang luar biasa ketika dia membunuh seribu laki-laki Palestina hanya dengan menggunakan tulang rahang keledai....

Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, Ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru. Diulurkannya tangannya, dipungutnya, dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu. Berkatalah Simson, ‘Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul.' Kemudian, Simson menghabiskan Taurat, ketika dia merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya, lalu membungkuklah Ia sekuat-kuatnya, maka robohlah rumah itu menimpa ribuan orang-orang Palestina itu...."

Selain itu, kebohongan Taurat dalam masalah peperangan banyak sekali. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, Abiya memulai peperangan dengan pasukan yang gagah perkasa, dengan sebanyak 400.000 orang pasukan khusus. Demikian juga Yarobeam telah memilih pasukan khususnya berjumlah 800.000 orang pasukan gagah perkasa.... Lalu, Zaroh Al-Kusyi keluar menghadapi mereka dengan beribu-ribu bala tentaranya dan dengan tiga ratus kendaraan perang...."

Jumlah bala tentara yang jumlahnya mencapal 800.000 sampai 1.000.000 pasukan, sebagaimana yang disebutkan di atas, hanya imajinasi dan kebohongan belaka. Sebab, sarana mobilisasi tentara dan pengerahan pasukan pada zaman itu tidak mampu mempersiapkan jumlah pasukan sebanyak itu.

Daud versi Taurat adalah seorang pembohong besar. Kebohongannya tidak tertutupi, walaupun dalam Mazmur, kitabnya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Pada waktu Israil keluar dari Mesir, kaum keturunan Yakub dan bangsa yang asing bahasanya, maka Yehuda menjadi tempat kudus-Nya. Israil wilayah kekuasaan-Nya. Laut melihatnya, lalu melarikan dirin. Sungai Yordan berbalik ke hulu. Gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan, dan bukit-bukit seperti anak domba. Ada apa hai laut sehingga engkau melarikan diri; Ada apa hai Sungai Yordan sehingga engkau berbalik ke hulu; ada apa hai gunung-gunung sehingga kamu melompat-lompat seperti domba jantan; ada apa hai bukit-bukit sehingga kamu seperti anak domba? Gemetarlah hai bumi di hadapan Tuhan, di hadapan Allah Yakub yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu yang keras menjadi mata air!"

Taurat berbohong ketika menggambarkan Daud. Dia tidak membawakan hal baru tatkala dia menyebutkan para pahlawan yang ada di sekelilingnya....

Disebutkan dalam kitab mereka, "Inilah nama para pahiawan yang mengiringi Daud, Isybaal, orang Hakhmoni, kepala Triwira. Ia mengayunkan tombaknya melawan delapan ratus orang yang tertikam mati dalam satu pertempuran.... lbisai, adik Yoab, anak Zeruya, dialah kepala ketiga puluh orang itu. Dialah yang mengayunkan tombaknya melawan tiga ratus orang yang mati ditikamnya. Dia mendapat nama di antara ketiga orang :15:15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar